26.9 C
Jakarta

MPAI UMS Gandeng IMM Sukoharjo Adakan Kelas Riset

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sukoharjo (PC IMM Sukoharjo) mengadakan kelas riset di ruang meeting loby Perpustakaan. Kegiatan ini berupa penyampaian materi dan pendampingan pembuatan artikel jurnal bagi mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI).

Mahasiswa MPAI UMS sebagai pemateri kelas riset Fauzan Adinnul Jihad, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk mahasiswa karena membutuhkan pemahaman dan praktek riset. Dengan kelas ini diharapkan dapat membantu mahasiswa menyelesaikan tugas akhir.

“Kelas riset ini diadakan agar mahasiswa bisa cepet selesai kuliah, supaya mahasiswa bisa fokus ke hal yang lain, seperti mempersiapkan untuk S2 atau kerja sambil menunggu matkul selesai,” jelas Fauzan Addinul, Jumat (2/1).

Kegiatan diikuti oleh 9 mahasiswa UMS Fakultas Agama Islam (FAI) dan terselenggara selama dua hari, Senin-Selasa (29-30/12/2025). Peserta kelas ini merupakan mahasiswa yang akan mengikuti International Conference on Islamic and Muhammadiyah Studies (ICIMS).

Fauzan yang juga sebagai Ketua bidang RPK PC IMM Sukoharjo memaparkan metode Systematic Literature Review (SLR). SLR sendiri merupakan pendekatan penelitian yang terstruktur dan sistematik untuk mengevaluasi dan mensintesis semua literatur ilmiah yang relevan dengan pertanyaan penelitian tertentu.

SLR juga merupakan metode yang sedang trend di Scopus. Alasan ini menjadikan Fauzan memilih metode tersebut untuk disampaikan kepada para mahasiswa FAI UMS.

“Metode SLR lagi trend di Scopus jadi jurnal kalian bisa bagus nanti,” ujar Fauzan saat memaparkan materi.

Di kelas ini peserta melakukan praktek langsung penelitian. Mahasiswa pun antusias untuk mengikuti langkah demi langkah. Peserta memulainya dengan aktivasi akun Scopus dan mencari jurnal dengan memasukkan kata kunci yang sesuai dengan judul penelitian, lalu memilah antara jurnal yang inklusi dan eksklusi.

Fauzan menyebut, jurnal inklusi adalah jurnal yang sesuai dan bisa digunakan untuk menjawab rumusan masalah penelitian. “Penelitian akan tajam setelah menentukan inklusi-eksklusi,” kata Fauzan.

Dalam menentukan inklusi eksklusi peserta diarahkan untuk menggunakan AI agar lebih efisien. Selain itu, peserta juga diajarkan supaya dapat mengatur data dengan baik yaitu dengan cara mengumpulkan data ke dalam satu folder yang sama.

Praktek penelitian di kelas riset ini terlaksana hingga tahap pengumpulan data. Untuk langkah selanjutnya, Fauzan dengan senang hati mempersilakan para peserta untuk mengatur jadwal pertemuan di lain waktu. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!