26.9 C
Jakarta

Qiyamul Lail Awal 2026, UMS Ajak Refleksi Keikhlasan

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Kajian dan Doa Bersama (Qiyamul Lail) dalam rangka menyambut tahun baru 2026, Jumat dini hari (2/1). Kegiatan yang diikuti dosen dan tenaga kependidikan (tendik) UMS ini menjadi momentum refleksi spiritual untuk menata ulang niat, hubungan, dan keikhlasan dalam mengemban amanah akademik.

Qiyamul Lail ke-197 tersebut menghadirkan Dr. Vinami Yulian, S.Kep., Ns., M.Sc. sebagai pemateri utama, serta doa bersama yang dipimpin Dr. Triono Adi Saputro, S.H., M.H. Kegiatan turut dihadiri jajaran pimpinan, di antaranya Ketua BPH UMS Drs. K.H. Marpuji Ali, M.Si. dan Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, yang disiarkan melalui TVMu dan mellaui Zoom Meeting.

Dalam refleksinya, Vinami mengajak seluruh peserta berhenti sejenak dari rutinitas target dan capaian, lalu mengajukan pertanyaan mendasar: “Jika tahun 2026 ini adalah tahun terakhir dalam hidup kita, apa yang sungguh ingin kita perbaiki?” Pertanyaan tersebut, menurutnya, bukan untuk menakut-nakuti, melainkan menyadarkan bahwa waktu adalah amanah yang harus dimaknai.

Mengutip Surah Al-‘Asr ayat 1-2, Vinami menegaskan bahwa kerugian manusia kerap terjadi bukan karena kurang bekerja, melainkan karena lalai memaknai waktu dan arah hidup.

Ia menilai Qiyamul Lail menjadi ruang kejujuran bagi insan akademik untuk hadir sebagai hamba, tanpa gelar dan jabatan.
Sebagai dosen dan tenaga kependidikan, ia mengajak sivitas UMS merefleksikan orientasi keilmuan dan amanah. Mulai dari dampak pengajaran dan riset bagi kemaslahatan umat, beban tugas mahasiswa, integritas dalam kepemimpinan, hingga keteladanan sikap sehari-hari.

“Sering kali yang perlu diperbaiki bukan hal besar, tetapi hal kecil yang konsisten: niat, hubungan, dan keikhlasan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga relasi dengan mahasiswa sebagai stakeholder utama, membangun lingkungan kerja yang saling menguatkan antar kolega, serta memperhatikan keluarga yang kerap terdampak padatnya aktivitas akademik.

“Hubungan dengan Allah SWT ini menjadi fondasi utama agar kelelahan tidak berubah menjadi luka batin,” tambahnya.

Menutup rangkaian kegiatan, ia menyampaikan apresiasi dan semangat tahun baru kepada seluruh peserta.

“Qiyamul Lail ini diharapkan menjadi titik awal penguatan spiritual dan etos amanah, sehingga seluruh aktivitas Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat dijalankan dengan hati yang jernih dan niat yang lurus di sepanjang tahun 2026,” tegasnya.

Sementara itu, doa bersama yang dipimpin Dr. Triono Adi Saputro memanjatkan harapan agar tahun 2026 menjadi tahun yang lebih baik, produktif, dan penuh keberkahan bagi civitas academica UMS. Doa juga dipanjatkan untuk kemajuan pendidikan, profesionalitas, serta keselamatan dan kedamaian umat. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!