YOGYAKARTA, MENARA62.COM – Di tengah situasi pascabencana, keberlangsungan pendidikan anak menjadi perhatian utama ‘Aisyiyah. Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah (PP ‘Aisyiyah), Salmah Orbayinah bersama Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (Majelis PAUD Dasmen) memberikan penguatan kepada para guru TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) serta jajaran Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah, dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Majelis PAUD Dasmen untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan layanan pendidikan yang aman, inklusif, dan berorientasi pada pemulihan pascalibur sekolah. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini diikuti oleh 175 peserta dan secara khusus ditujukan bagi TK ABA yang berada di wilayah terdampak bencana.
Dalam pengarahannya, Salmah Orbayinah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada para guru TK, termasuk TK ABA. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendikdasmen atas perhatian penuh kepada para guru TK, termasuk TK ABA, serta bantuan yang telah diberikan, di antaranya berupa school kit dan bantuan langsung kepada Para Guru TK,” ujar Salmah.
Salmah juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan anggota ‘Aisyiyah yang telah bersama-sama bahu-membahu melakukan kerja bakti membersihkan TK terdampak serta memberikan bantuan untuk meringankan beban pascabencana. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para guru TK ABA yang menyatakan kesiapan untuk kembali bertemu dengan murid dan memulai pembelajaran meskipun dalam kondisi keterbatasan. “Para guru ini juga terdampak bencana, namun tetap menunjukkan komitmen dan keteguhan untuk kembali menjalankan amanah pendidikan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Salmah mengajak para guru TK ABA untuk terus menyalakan semangat dakwah ‘Aisyiyah di bidang pendidikan, sebagaimana sejak awal berdirinya ‘Aisyiyah telah memberikan akses belajar bagi anak-anak. “Dengan segala perjuangan dan pengabdian, ‘Aisyiyah terus berupaya membantu mewujudkan generasi emas 2045,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa ‘Aisyiyah terus melakukan konsolidasi gerakan melalui penggalangan dana, layanan psikososial, peralatan dapur, serta dukungan bagi guru dengan berkoordinasi bersama MDMC PP Muhammadiyah dalam gerakan One Muhammadiyah One Response (OMOR).
Sejalan dengan penguatan tersebut, Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah yang membidangi PAUD Dasmen, Rohimi Zamzam, menegaskan peran strategis guru TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) sebagai garda terdepan dalam memastikan pendidikan tetap berjalan di tengah situasi pascabencana.
Menurutnya, kondisi darurat tidak boleh menjadi alasan terhentinya proses belajar anak, karena setiap anak tetap memiliki hak untuk belajar dalam suasana yang aman, penuh harapan, dan optimisme.
“Kesiapsiagaan pendidikan tidak hanya menyangkut prosedur dan sarana, tetapi juga kesiapan mental, spiritual, dan moral para pendidik,” ujar Rohimi. Ia menekankan bahwa keteguhan guru dalam situasi sulit merupakan bagian penting dari proses pemulihan pendidikan, sekaligus teladan bagi anak-anak dalam menghadapi realitas kehidupan.
Rohimi mengaitkan hal tersebut dengan spirit perjuangan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, yang mengajarkan bahwa agama harus hidup dalam tindakan nyata, serta bahwa ilmu, iman, dan amal tidak dapat dipisahkan. “Dalam semangat itu, pendidikan harus responsif terhadap persoalan umat, adaptif terhadap perubahan, dan berorientasi pada solusi. Kesiapsiagaan satuan pendidikan di wilayah terdampak bencana adalah wujud nyata bahwa belajar adalah amal, dan menjaga keselamatan adalah bagian dari ibadah,” jelasnya.
Ia juga mengutip pandangan Buya Hamka yang menegaskan bahwa kekuatan hidup bukan terletak pada ketiadaan cobaan, melainkan pada kemampuan untuk bangkit setelah cobaan. “Anak-anak kita hari ini belajar bukan hanya dari buku, tetapi dari realitas kehidupan. Tugas pendidik adalah mengubah pengalaman sulit menjadi pelajaran berharga yang membentuk karakter tangguh, sabar, dan penuh harapan,” tambah Rohimi.
Melalui kegiatan koordinasi ini, Rohimi menyampaikan harapan agar satuan pendidikan PAUD, dasar, dan menengah ‘Aisyiyah semakin siap menyambut hari pertama sekolah pascabencana. Kesiapan tersebut ditandai dengan guru yang semakin percaya diri dan berdaya, peserta didik yang kembali belajar dengan rasa aman dan semangat, serta kolaborasi lintas pihak yang semakin kuat, termasuk dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Kami akan terus menyelaraskan langkah dengan kebijakan Pendidikan Darurat yang Adaptif. Mari kita jadikan 5 Januari 2026 bukan sekadar tanggal masuk sekolah, tetapi sebagai titik kebangkitan pembelajaran yang berkeadilan, aman, dan bermakna bagi anak-anak di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara,” tegas Rohimi.
Wakil Ketua Majelis PAUD Dasmen PP ‘Aisyiyah, Anisia Kumala, dalam kesempatan tersebut menyampaikan kebijakan Majelis PAUD Dasmen terkait Penyelenggaraan Pembelajaran Pascamusibah bagi wilayah terdampak bencana, meliputi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Anisia menegaskan bahwa Majelis PAUD Dasmen PP ‘Aisyiyah mendukung kebijakan Pendidikan Darurat yang Adaptif dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. “Penguatan pembelajaran pascamusibah dilaksanakan dengan prinsip pembelajaran yang aman, fleksibel, inklusif, dan berorientasi pada pemulihan,” jelas Anisia.
Ia menekankan empat prinsip utama, yakni keselamatan dan kesehatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan sebagai prioritas utama; fleksibilitas pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi daerah; pemulihan psikososial untuk mendukung rasa aman dan ketangguhan peserta didik; serta inklusivitas dan keadilan melalui layanan pendidikan ramah anak dan memperhatikan kelompok rentan.
Kebijakan Pendidikan Darurat ini menurut Anisia mengarahkan pengelola pendidikan ‘Aisyiyah di berbagai tingkatan untuk menyesuaikan langkah berdasarkan situasi di lapangan. “Pada tahap tanggapan darurat, fokus utama adalah keselamatan dan dukungan psikososial serta penguatan literasi dan numerasi dasar,” jelas Anisia.
Lebih lanjut, Anisia menyampaikan bahwa pada tahap pemulihan dini, pembelajaran dilaksanakan secara fleksibel dan kontekstual dengan mengintegrasikan mitigasi bencana. Sementara itu, arah pembelajaran untuk jenjang SMP, SMA, dan pesantren difokuskan pada penguatan kompetensi esensial dan keterampilan hidup (life skills), penguatan kurikulum dan evaluasi pascabencana, penguatan karakter, akhlak, dan spiritualitas, serta pelaksanaan pembelajaran secara bertahap dalam suasana yang aman dan kondusif.
Untuk memberikan pendampingan serta penguatan bagi pengelola Pendidikan ‘Aisyiyah, Ketua Majelis PAUD PP ‘Aisyiyah, Fitni Wilis berada di Sumatera dan Aceh sejak satu minggu yang lalu. Dukungan tersebut dilakukan melalui pendampingan persiapan pembelajaran, termasuk kegiatan membersihkan bangunan TK ABA terdampak bencana di Tamiang, sebagai bagian dari upaya memastikan lingkungan belajar yang aman dan layak bagi anak-anak.
Fitni menegaskan bahwa ‘Aisyiyah mendukung dimulainya kembali kegiatan pembelajaran secara serentak pada Senin, 5 Januari, di seluruh Indonesia, termasuk di daerah terdampak bencana, dengan segala fasilitas yang tersedia. “Pembelajaran dapat dilakukan di gedung TK yang masih layak, tenda pengungsian, maupun sekolah darurat, sesuai kondisi yang ada,” tutur Fitni.
Dengan semangat Al-Ma’un, ‘Aisyiyah terus menghadirkan pendidikan sebagai ruang pemulihan, penguatan, dan harapan bagi anak-anak Indonesia. Melalui ikhtiar bersama, doa, dan gerakan kolektif, ‘Aisyiyah meyakini bahwa setiap langkah kecil para guru dan pengelola pendidikan di tengah keterbatasan adalah bagian dari ikhtiar besar membangun masa depan generasi bangsa yang berkemajuan. (*)

