25.4 C
Jakarta

Manasik Haji LPHU Jawa Tengah Digelar di UMS

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Lembaga Pembimbingan Haji dan Umrah (LPHU) PWM Jawa Tengah menggelar manasik haji massal bagi calon jemaah haji tahun 2026 di Edutorium KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini diikuti ribuan jemaah dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Muhammadiyah se-Jawa Tengah.

Manasik haji tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Tengah, H. Fitriyanto, S.Ag., M.Pd.I., serta Ketua LPHU Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Drs. Muhammad Ziyad, M.Ag. Kehadiran keduanya menegaskan sinergi antara pemerintah dan Muhammadiyah dalam menyiapkan jemaah haji yang mandiri, sehat, dan siap secara mental.

Fitriyanto menyampaikan bahwa kebijakan terbaru Pemerintah Arab Saudi memperketat layanan istitaah kesehatan bagi calon jemaah haji. Oleh karena itu, seluruh jemaah haji Jawa Tengah yang akan berangkat pada 2026 telah melalui pemeriksaan kesehatan.

“Alhamdulillah, seluruh jemaah sudah diperiksa. Hingga kemarin, sebanyak 34.500 jemaah telah melunasi biaya haji dan insyaallah dapat diberangkatkan sesuai kuota Jawa Tengah,” ujar Fitriyanto.

Ia juga menjelaskan adanya kebijakan baru terkait embarkasi keberangkatan. Selain Embarkasi Solo, tahun ini akan dibuka Embarkasi Yogyakarta.

“Sebanyak 28.000 jemaah akan berangkat dari Solo dan sekitar 9.500 jemaah dari Yogyakarta. Total ada 81 kloter dari Solo dan 25 kloter dari Jogja, seluruhnya menggunakan pesawat Garuda Indonesia tipe Airbus 330 dengan kapasitas 360 jemaah,” jelasnya.

Fitriyanto mengapresiasi manasik yang diselenggarakan LPHU Muhammadiyah Jawa Tengah karena sangat membantu program pemerintah. Menurutnya, pemerintah hanya memiliki keterbatasan dalam jumlah manasik resmi.

“Dari pemerintah hanya lima kali manasik, tentu masih kurang. Apa yang dilakukan LPHU Muhammadiyah ini sangat membantu dalam menyiapkan jemaah yang mandiri, siap ilmu, sehat, dan insyaallah mampu melaksanakan ibadah haji dengan sempurna hingga meraih haji mabrur,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua LPHU PP Muhammadiyah, Drs. Muhammad Ziyad, M.Ag., menilai manasik ini sebagai bentuk manasik massal yang riil dan komprehensif. Pada gelombang pertama ini, tercatat sebanyak 2.305 jemaah mengikuti kegiatan, dari total sekitar 6.000 jemaah Muhammadiyah di Jawa Tengah.

“Ini sesungguhnya manasik massal yang riil karena akan dikolaborasikan dengan praktik Armuzna, Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Dimulai dari miniatur di tanah air agar jemaah memiliki gambaran nyata pelaksanaan haji di Tanah Suci,” ungkap Ziyad.

Ia menambahkan, manasik ini memiliki sejumlah tujuan penting, mulai dari membangun kemandirian jemaah, menumbuhkan solidaritas sesama jemaah, menguatkan mental bahwa haji adalah panggilan Allah, hingga membangun kesadaran menjaga kesehatan.

“Jemaah dididik agar siap fisik dan mental, menjaga kesehatan, serta memahami bagaimana meraih haji yang mabrur. Selain itu, manasik ini juga menjadi sarana sosialisasi program nasional Kementerian Haji dan Umrah yang kini pertama kali mengelola langsung penyelenggaraan haji,” jelasnya.

Terkait penguatan mental, Ziyad menegaskan bahwa calon jemaah harus menanamkan sikap tawakal sejak dari tanah air.

“Mental yang harus dibangun adalah keyakinan bahwa haji itu panggilan Allah. Tidak perlu waswas berlebihan, serahkan sepenuhnya kepada Allah. Pemerintah dan KBIHU akan mendampingi secara maksimal, sementara keluarga di rumah juga harus mengikhlaskan,” pungkasnya.

Melalui manasik ini, LPHU PWM Jawa Tengah berharap para calon jemaah haji Muhammadiyah dapat berangkat dengan kesiapan menyeluruh, mematuhi aturan ketat di Arab Saudi, serta melaksanakan ibadah haji dengan lebih mudah, tertib, dan khusyuk. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!