SOLO, MENARA62.COM – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) kembali menjadi bukti komitmen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dalam memperluas wawasan serta jejaring global mahasiswa. Tahun ini, FKIP mencatat capaian membanggakan melalui pelaksanaan KKN Pendidikan Kemitraan Internasional yang melibatkan 14 mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani di empat negara, yakni Arab Saudi, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Selain itu, empat mahasiswa lainnya diterjunkan dalam program KKN luar Jawa di Kendari, Mataram, Palangkaraya, dan Medan.
Pelaksanaan KKN internasional ini menjadi langkah strategis FKIP dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki perspektif global dan kemampuan adaptasi lintas budaya. Melalui program ini, mahasiswa berperan sebagai duta akademik yang membawa semangat pendidikan jasmani Indonesia ke kancah internasional.
KKN Pendidikan Kemitraan Internasional dirancang secara kolaboratif bersama universitas mitra dan lembaga pendidikan di luar negeri. Fokus utama program ini adalah penguatan kolaborasi lintas negara dalam bidang pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan. Mahasiswa dilibatkan dalam kegiatan mengajar di sekolah mitra, observasi sistem pembelajaran olahraga, hingga pelaksanaan proyek sosial berbasis olahraga bagi masyarakat lokal.
Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP, Dr. Eko Sudarmanto, S.Pd., M.Or., menegaskan bahwa program ini merupakan upaya nyata untuk membentuk mahasiswa yang berpikir global. Menurutnya, pengalaman lintas negara sangat penting agar calon pendidik mampu menghadapi tantangan pendidikan di era globalisasi.
“Mahasiswa pendidikan jasmani harus memiliki kompetensi multikultural dan pengalaman internasional. Dengan memahami sistem pendidikan di negara lain, mereka dapat membawa praktik terbaik untuk dikembangkan di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, mahasiswa peserta KKN luar Jawa juga mengemban misi pengabdian serupa di wilayah dengan karakteristik sosial dan geografis yang beragam. Daerah seperti Kendari, Mataram, Palangkaraya, dan Medan dipilih untuk memberikan pengalaman empiris dalam mengembangkan pendidikan jasmani berbasis kearifan lokal, sekaligus melatih kemampuan adaptasi mahasiswa di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur pendidikan.
Dr. Eko menambahkan bahwa olahraga merupakan bahasa universal yang mampu membangun karakter, solidaritas, dan disiplin. Melalui KKN internasional maupun luar Jawa, mahasiswa diharapkan dapat memahami esensi pendidikan jasmani sebagai sarana pembentukan manusia seutuhnya.
Program ini juga disambut antusias oleh mahasiswa peserta. Mereka menilai KKN internasional sebagai kesempatan langka untuk memperluas wawasan, mengasah kompetensi profesional, serta membangun jejaring global di bidang pendidikan jasmani.
Ke depan, FKIP berkomitmen memperluas kerja sama dengan lebih banyak institusi pendidikan di Asia, Eropa, dan Timur Tengah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang fakultas dalam memperkuat internasionalisasi kurikulum dan mencetak lulusan pendidikan jasmani yang berdaya saing global.
Melalui dua skema KKN—internasional dan luar Jawa—FKIP menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang berorientasi global, berkarakter, dan berkomitmen pada pengabdian masyarakat melalui pendidikan jasmani. (*)
