SOLO, MENARA62.COM — Universitas ‘Aisyiyah Surakarta (UNISA Surakarta) resmi melantik Rektor masa jabatan 2026–2029 dalam sebuah acara khidmat yang digelar pada Kamis, (15/1/26) bertempat di Auditorium Prof. Siti Baroroh Baried, UNISA Surakarta.
Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, dalam pengarahannya mendorong UNISA Surakarta di bawah kepemimpinan rektor yang baru untuk segera melakukan akselerasi dan meraih akreditasi unggul.
“Kalau bisa sebelum Muktamar 2027 bulan November, kita sudah akan melihat UNISA Surakarta terakreditasi unggul,” ucap Salmah
Ia juga menyoroti sejumlah keunggulan UNISA Surakarta sebagai modal penting akselerasi ke depan. Pertama, UNISA Surakarta bertumpu pada nilai-nilai Islam berkemajuan yang menjadi ruh gerakan ‘Aisyiyah–Muhammadiyah. Kedua, UNISA Surakarta memiliki kekuatan pada bidang kesehatan dan profesi-profesi strategis yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat. Ketiga, sebagai universitas yang relatif muda, UNISA Surakarta memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap perubahan dan tantangan global, tanpa kehilangan jati diri keislaman dan ke-‘Aisyiyahan.
“Proses kepemimpinan bukan hanya transfer memimpin, tetapi meneruskan pola lama yang baik dan menghasilkan sesuatu yang baru secara adaptif, maju, berlandaskan nilai-nilai Islam, dan keikhlasan.”
Menutup pengarahannya, Salmah menyampaikan apresiasi kepada rektor sebelumnya dan harapan besar kepada rektor yang baru dilantik. Salmah menyampaikan bahwa Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menaruh harapan besar kepada UNISA Surakarta untuk terus maju dan mengembangkan warisan kepemimpinan yang sudah ada menjadi fondasi berharga untuk melangkah lebih mantab.
“Ibarat estafet, tongkat kepemimpinan bukan untuk mengulang dari awal, melainkan untuk melanjutkan dan menyempurnakan, dengan inovasi dan terobosan yang relevan dengan kebutuhan zaman,” ujarnya. Sehingga UNISA Surakarta dapat bertumbuh sebagai perguruan tinggi yang unggul secara akademik, kuat dalam riset dan pengabdian, serta konsisten menebarkan nilai-nilai Islam berkemajuan dalam setiap denyut kegiatannya.
Rektor terpilih Dyah Rahmawatie Ratna Budi Utami, yang akan memimpin UNISA Surakarta pada periode 2026–2029, dalam pidato perdananya menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni tetapi peralihan amanah dari satu fase ke fase berikutnya dengan harapan yang sama, yakni menjadikan UNISA Surakarta semakin maju dan bermakna bagi umat dan bangsa.
Ia menyampaikan bahwa kepemimpinan merupakan kerja kolektif yang dibangun atas dasar kepercayaan dan nilai yang dijaga bersama karena universitas tidak dibangun oleh satu orang, melainkan oleh kerja kolektif, kepercayaan, dan nilai yang dijaga bersama. “Kita memerlukan satu energi yang menyatukan, semangat untuk bergerak bersama, saling menguatkan dan saling membesarkan. Mari kita bangun UNISA Surakarta dengan semangat kolaborasi dan ketulusan.”
Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan program kerja dengan semangat BERGEMA (Berilmu, Bergerak, dan Bermanfaat). Berilmu dimaknai sebagai komitmen menjaga mutu akademik, mengutamakan riset, dan menguatkan nalar kritis yang berakar pada nilai Islam. Bergerak diartikan sebagai keberanian menerjemahkan ilmu menjadi karya, inovasi, dan pengabdian nyata. Sementara itu, Bermanfaat berarti memastikan setiap ikhtiar kampus memberikan maslahat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Diyah menyebut bahwa kepemimpinan yang baik adalaah yang mendengar, mengajak, dan memfasilitasi. Maka prioritas dalam memimpin UNISA Surakarta bagi Diyah adalah bahwa dalam pengambilan keputusan akan didasarkan pada data, tata Kelola yang tranparan, dan ekosistem akademik yang adil dan kolaboratif agar dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dapat tumbuh optimal.
Riyani Wulandari, Rektor Universitas ‘Aisyiyah Surakarta masa jabatan 2022–2025, dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh civitas akademika atas dukungan dan kontribusi yang telah diberikan bagi kemajuan institusi.
Perempuan yang akrab disapa Ririn ini menegaskan bahwa selama masa jabatannya, UNISA Surakarta telah membangun fondasi yang kokoh bagi masa depan pendidikan. Setiap langkah dan keputusan yang diambil selalu berangkat dari amanah dan tanggung jawab untuk memajukan pendidikan, mengembangkan dan menguatkan institusi secara kelembagaan, serta menyiapkan generasi penerus yang siap menghadapi tantangan zaman.
Lebih lanjut, Ririn menegaskan makna kepemimpinan perguruan tinggi sebagai tanggung jawab yang melampaui jabatan struktural, yakni tanggung jawab intelektual, moral, dan peradaban. Oleh karena itu, Ia menyampaikan harapan besar kepada kepemimpinan selanjutnya yang akan membawa UNISA Surakarta semakin cerah. “Pergantian kepemimpinan adalah keniscayaan dalam tata kelola perguruan tinggi yang sehat. Ia bukanlah akhir, tetapi titik transisi menuju penguatan dan pembaruan.Kami percaya di tangan Ibu sekalian, masa depan UNISA Surakarta akan semakin cerah.” (Suri)

