SOLO, MENARA62.COM – Siklus perkembangan teknologi semakin pesat. Tim Humas Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadiri kegiatan Pelatihan Editing Video yang diselenggarakan oleh SD Muhammadiyah Palur pada Sabtu (24/1).
Tim Humas UMS hadir sebagai pemateri dan fasilitator pada pelatihan tersebut. Kedatangan tim Humas UMS guna mengedukasi pengelolaan media sosial sebuah instansi, untuk meningkatkan daya tarik masyarakat sesuai dengan dinamika perkembangan zaman.
Baghaz Muhammad Hasbi Ashiddieqy, S.H., selaku narasumber pertama menyampaikan bahwa content video memberikan daya tarik tersendiri dalam promosi sebuah instansi, menurutnya content video sebagai jembatan efektif untuk meningkatkan nama instansi atau sekolah.
“Content memiliki daya tarik yang sangat efektif di era sekarang, sebagai jembatan antara sekolah dan calon pendaftar” terangnya, Ahad (25/1).
Dalam pembuatan content harus di planning secara sistematis, Baghaz menjelaskan bahwa tim Humas UMS memiliki target content setiap bulannya dan memantau perkembangan trend yang beredar di masyarakat/viewers.
“Tim Humas UMS mempunyai target content dalam sebulan, kurang lebih lima content yang diproduksi dalam sebulan. Namun, kami juga tidak pernah luput dengan trend yang beredar di masyarakat, karena content yang sedang trend memiliki lonjakan viewers paling signifikan”, tuturnya.
Dalam produksi content ada 4 poin yang harus diperhatikan. Pertama, shot list bertujuan untuk menyusun content dalam sebuah acara. Kedua, Talent sebagai pemantim daya tarik views ketika melihat content tersebut. Ketiga, Lokasi menjadi poin fundamental dalam penampilan sebuah content. Keempat, Properti sebagai pelengkap dalam pembuatan content.
Produksi content tidak bisa lepas dengan algoritma dan trend di media sosial sebagai referensi perencanaan content kedepannya. Menurut Baghaz pentingnya riset dalam media sosial merupakan hal fundamental dalam peningkatan viewers content.
“Ketika kita ingin produksi content, kita riset terlebih dahulu content apa yang bisa diterima dan menarik masyarakat/viewers “, ungkapnya.
Baghaz juga menegaskan bahwa etika dan keamanan digital harus diprioritaskan dalam produksi content demi menjaga nama instansi.
Mengakhiri pemaparan materi, Baghaz menyatakan bahwa pengelolaan media sosial dapat dipelajari secara intens tanpa memiliki jejak studi di bidang komunikasi dan digital.
“Pengelolaan content atau media sosial dapat dipelajari oleh siapapun tanpa menyandang gelar S.Ikom”, terangnya.
Muhammad Fatkhan Attamimi, S.Pd., atau yang kerap dipanggil Atta selaku narasumber kedua memaparkan materi mengenai editing video, ia menyampaikan bahwa editing video memberikan nilai estetika dalam pembuatan content video.
Menurut Atta, pada tiga detik pertama harus memberikan kesan kepada viewers dengan meletakkan video yang paling menarik.
“Tiga detik pertama harus diberikan vidio paling menarik, sehingga kesan content dapat ditangkap di awal menonton”, ungkapnya.
Atta juga menambahkan untuk menarik minat viewers, sebuah content harus dikreasi dengan baik.
“Content video yang bagus dapat dikreasi dengan sound effect yang ada di aplikasi editing, hal ini menjadi daya tarik tersendiri untuk viewers”, tambahnya.
Selain itu, Atta mengajak audiens untuk praktek secara langsung pembuatan content video, mulai dari pembuatan konsep, penataan lay out, serta pada tahap akhir yaitu editing video.
Kehadiran tim Humas UMS ke SD Muhammadiyah Palur pada Sabtu (24/1) itu menunjukkan inklusivitas UMS dalam memberdayakan instansi pendidikan. Hal ini juga menunjukkan peran UMS dalam kolaborasi sesama Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) untuk meningkatkan energi juang persyarikatan Muhammadiyah. (*)

