SOLO, MENARA62.COM – Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan Shabran English Course (SEC) sebagai program peningkatan keterampilan berbahasa Inggris bagi mahasantri. Kegiatan ini berlangsung selama sepuluh hari, mulai Senin (19/1) hingga Rabu (28/1).
Shabran English Course dirancang untuk membekali mahasantri dengan kemampuan dasar berbahasa Inggris, mencakup penguasaan kosakata, tata bahasa, serta keterampilan berbicara secara aktif. Program ini menghadirkan Rizka Abdul Jabar atau yang akrab disapa Mr. Aje, seorang professional trainer dari Kampung Inggris Pare.
Selama pelaksanaan, SEC dibagi ke dalam tiga sesi setiap harinya.
Sesi pagi pukul 08.00 –10.30 WIB difokuskan pada materi vocabulary dan grammar,
Sesi sore pukul 16.00 –17.30 WIB diarahkan pada latihan speaking,
Sesi malam pukul 20.00 –21.00 WIB digunakan untuk materi describing, yaitu melatih peserta menyampaikan gagasan dan cerita dalam bahasa Inggris.
Program ini diikuti oleh 30 mahasantri Pondok Shabran dan berlangsung dengan lancar serta penuh antusiasme. Untuk menjaga suasana belajar tetap interaktif, kegiatan juga diselingi dengan permainan edukatif yang berfungsi sebagai sarana evaluasi pemahaman materi.
Yayuli, S.Ag., M.P.I., selaku kepala Pondok Shabran mengapresiasi kehadiran program ini.
“Program ini sebagai ikhtiar pondok untuk menyiapkan kader yang berdaya saing global. Karena kedepan kader Shabran akan ditempatkan pengabdian di luar negeri,” ujar Yayuli, Kamis (29/1).
Astyra Gita Kinanti sebagai salah satu mahasantri putri Pondok Shabran dan peserta SEC memberikan tanggapan atas terselenggaranya program tersebut.
“Alhamdulillah karena program SEC selama liburan ini, bahasa Inggrisku bisa naik to the next level, tutornya juga seru dan asik, jadi pembelajaran nggak bikin boring. Harapanku, semoga SEC jadi program berkelanjutan yaaa,” ujarnya.
Mahasantri lain, Ikhwan juga menanggapi tentang agenda tersebut.
“Banyak yang saya dapatkan dari SEC, belajar bahasa inggris bukan hanya sekedar tentang paham cara penggunaan kalimat, tapi juga tentang bagaimana seseorang bisa memahami bahasa yang digunakan. Mr. Aje juga seorang yang tekun dan sabar dalam mengajar kami,” ungkapnya.
Pada sesi penutupan, Rabu (28/1), Mr. Aje menyampaikan pesan motivatif kepada peserta.
“Ten days are not enough to be an expert in English, but enough to change our mindset,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa pembelajaran bahasa Inggris merupakan langkah awal dalam mempersiapkan masa depan, serta mendorong mahasantri untuk terus memperkaya kosakata dan membiasakan diri berlatih berbicara setiap hari.
Menutup kegiatan, Mr. Aje berpesan agar peserta tidak terpaku pada kesempurnaan, melainkan terus berproses menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Menurutnya, usaha dan progres harus terus diupayakan, sementara hasil akhir diserahkan kepada Allah SWT.
Melalui pelaksanaan Shabran English Course, Pondok Shabran UMS berharap mahasantri semakin percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris sebagai bekal akademik dan komunikasi global. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Pondok Shabran dalam mendukung penguatan kompetensi bahasa asing serta pengembangan sumber daya mahasantri yang unggul dan berdaya saing. (*)

