SURABAYA, MENARA62.COM – Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pengembangan layanan kesehatan berbasis digital.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengusung tema “Implementasi Telemedicine sebagai Bagian Transformasi Digital Pelayanan Kesehatan di RS PKU Muhammadiyah Surabaya” yang dilaksanakan pada Kamis (29/01/2026) di RS PKU Muhammadiyah Surabaya. Kegiatan ini yang diikuti oleh 35 staf rumah sakit dan 15 mahasiswa MARS, merupakan bagian dari rangkaian Milad ke-10 Fakultas Kedokteran UMSURA.
Telemedicine untuk Memperluas Akses Layanan
Dalam sambutannya, Direktur RS PKU Muhammadiyah Surabaya, drg. Devita Eryani Putri, M.Kes., menyampaikan harapannya agar layanan telemedicine dapat segera diimplementasikan di RS PKU Muhammadiyah Surabaya. Ia menuturkan bahwa penerapan telemedicine menjadi upaya strategis untuk menjangkau seluruh masyarakat Muhammadiyah yang membutuhkan pelayanan rumah sakit, meskipun berada di lokasi yang jauh.
“Kami ingin mengimplementasikan telemedicine agar pelayanan RS PKU Muhammadiyah dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, termasuk melalui layanan jarak jauh. Semoga penerapannya dapat meningkatkan mutu dan aksesibilitas layanan rumah sakit,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi MARS UMSURA, Prof. Dr. Pipit Festi Wiliyanarti, S.KM., M.Kes., menilai kegiatan ini sangat relevan dan mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa. “Kegiatan ini relevan dan sangat menunjang Program Studi MARS dalam mencetak lulusan yang unggul dan adaptif terhadap digitalisasi rumah sakit. Mau tidak mau, kita akan melalui masa transformasi pelayanan, sehingga digitalisasi menjadi sebuah kebutuhan, bukan pilihan,” jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika dan praktisi kesehatan untuk tidak memandang transformasi digital sebagai beban. “Jangan merasa digitalisasi itu merepotkan. Justru inilah langkah penting agar rumah sakit terus berkembang dan mampu memberikan pelayanan terbaik,” tambahnya.
Peran Mahasiswa dalam Transformasi Digital
Materi utama dalam seminar ini disampaikan oleh dr. Teuku Aswin Husain, Sp.An-Ti., Subsp.An(KV)(K), MFCA, FCC, yang menjelaskan telemedicine sebagai inovasi strategis dalam meningkatkan efektivitas dan kesinambungan pelayanan rumah sakit.
“Telemedicine merupakan inovasi penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern, khususnya dalam meningkatkan akses, efisiensi, dan mutu layanan kesehatan,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa telemedicine berfungsi sebagai pendukung layanan tatap muka, terutama untuk konsultasi non-darurat, edukasi kesehatan, pemantauan penyakit kronis, serta tindak lanjut pasien, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kerahasiaan data medis.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Dr. Arya Brahmanta, drg., Sp.Ort., FICD, yang membahas integrasi teknologi digital dan artificial intelligence (AI) dalam layanan telemedicine, khususnya di bidang kedokteran gigi dan ortodonti.
“Pemanfaatan sefalometri digital berbasis artificial intelligence kini menjadi alternatif yang lebih cepat dan akurat dalam mendukung analisis ortodonti,” jelasnya.
Komitmen Berkelanjutan
Elita Novriana Enisa, S.Kep., Ns., selaku moderator mengarahkan forum secara interaktif. Berbagai isu strategis turut dibahas, mulai dari regulasi telemedicine, mekanisme layanan, informed consent, hingga kesiapan sistem informasi rumah sakit.
Sementara itu, Ketua Panitia, dr. Alvian Saiboo, Sp.DVE, M.Ked.Klin., Fisqua dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi program rutin. “Kegiatan ini bukan hanya tugas atau kewajiban akademik, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab kami untuk berbagi ilmu, tenaga, dan manfaat kepada sesama,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama.
“Melalui program seminar ini, kami berharap dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi RS PKU Muhammadiyah Surabaya,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, telemedicine dipandang sebagai langkah konkret pemanfaatan teknologi kesehatan yang tetap menjunjung tinggi nilai amanah, profesionalisme, serta prinsip kemanusiaan. Mahasiswa MARS angkatan ke-3 diharapkan mampu mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan kebutuhan praktik di lapangan serta mendorong pengembangan layanan telemedicine yang beretika dan berkelanjutan di lingkungan rumah sakit. (Dev/MM)
