PEKALONGAN,MENARA 62.COM – Usai rapat kerja nasional (Rakernas) 2026 Lembaga Pengembang – Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( LP – UMKM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang diselenggarakan di Depok – Jawa Barat, 23 – 25 Januari 2026, kemarin di Depok – Jawa Barat. Induk Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) langsung bergerak dalam mengimplementasikan program 1 Pimpin Daerah Muhammadiyah (PDM) satu BTM dengan jaringan LP UMKM wilayah dan daerah yang belum ada BTM-nya, dalam bentuk sosialisasi BTM secara daring atau online. Sehingga informasi dan pengetahuan LP UMKM wilayah dan daerah tentang BTM mampu terserap secara inklusi dan masif.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Induk BTM; Rusman Effendy, ketika memberikan materi sosialisasi BTM ke LP – UMKM Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Batam – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), kemarin malam Kamis (29/1/2026) via online. Dengan dihadiri oleh Ketua PDM Batam; Zarmi Mazridanto, Ketua LP UMKM Batam; Nuryanto dan para pengurus PDM dan LP UMKM Batam
Lebih jauh, Rusman menambahkan, sosialisasi BTM secara daring diakui cukup efektif sebagai metodologi pengajaran tentang BTM. Apalagi para anggota LP UMKM tersebar luas di berbagai wilayah dan daerah. “Dengan melalui daring ini–secara otomatis memudahkan Induk BTM dalam menyebarkan pengetahuan, mengapa pentingnya kehadiran BTM sebagai Pusat Keuangan Muhammadiyah dan satu – satu nya koperasi syariah yang legal ber DNA Muhammadiyah,”terangnya.
Diadakannya program sosialisasi BTM oleh Induk BTM ke LP UMKM wilayah dan daerah ini tidak lepas dari kemitraan Induk BTM dengan TV Muhammadiyah Yogyakarta yang sama – sama dalam mendukung kampanye program Gerakan Microfinance Muhammadiyah (GMM) satu PDM satu BTM secara nasional yang diluncurkan sejak tahun 2018. Maka dari itu bagi LP UMKM wilayah dan daerah yang ingin memperoleh program sosialisasi BTM bisa berinteraksi dengan Induk BTM.
Sementara Ketua PDM Batam; Zarmi Mazridanto, berterimakasih atas sharing pengetahuan yang diberikan oleh Induk BTM dalam sosialisasi BTM secara daring. Melalui sosialisasi ini, ia memahami, ternyata ada alasan strategis dan berkelanjutan di Persyarikatan mengapa BTM harus ada. Pertama, adalah alasan terkait amanah keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah tentang bunga bank haram. Maka diperlukan lembaga keuangan syariah yang mampu digunakan bagi Persyarikatan dan warga dalam mempraktekkan gerakan anti riba. BTM adalah pilihan dikarenakan merupakan lembaga keuangan syariah yang murah biayanya dan mudah dijalankannya dibandingkan mendirikan Bank Umum Syariah atau BPRS.
Kedua, aset – aset Persyarikatan dan warga sangat disayangkan apabila tidak dikelola secara closed loop economy. Peran BTM sebagai pusat keuangan Muhammadiyah berperan penting secara aplikatif agar aset – aset keuangan Muhammadiyah yang tercecer di lembaga keuangan lainya bisa dikonsolidasikan dengan baik dan bermanfaat untuk pengembangan ekonomi Muhammadiyah. Ketiga, BTM memiliki strategi gerakan dakwah bil hal Persyarikatan dalam mengembangkan ekonomi syariah dan sekaligus dalam memakmurkan ekonomi bagi masyarakat.
“Dengan besarnya manfaat BTM bagi Persyarikatan dan masyarakat, kami meminta kepada LP UMKM Batam yang dipimpin oleh Pak Nuryanto untuk dikaji dan dijadikan salah satu program prioritas bagi PDM Batam dalam mengembangkan pilar ketiga (bidang ekonomi) Muhammadiyah setelah pendidikan dan kesehatan selama ini,”tandas Ketua PDM Batam.

