SOLO, MENARA62.COM – Lazismu Surakarta resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026 dengan mengusung tema “Sinergi Strategis untuk Orkestrasi yang Berdampak dan Berkelanjutan”, Ahad (1/2/2026). Kegiatan ini digelar di Lantai 7 Gedung Induk Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan dihadiri jajaran pengurus, mitra, serta perwakilan amal usaha Muhammadiyah.
Ketua Lazismu Surakarta, Reynal Falah, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tidak boleh berhenti pada kegiatan karitatif sesaat. Menurutnya, program Lazismu harus dirancang dalam orkestrasi jangka panjang agar memberi dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Ia menyebut hari Ahad sebagai momentum pengabdian bagi warga Muhammadiyah, sekaligus pengingat pentingnya memanfaatkan waktu produktif untuk kemaslahatan umat. Terutama generasi muda, yang diharapkan semakin aktif mengambil peran dalam gerakan filantropi Islam.
Dari Charity ke Dampak Jangka Panjang
Reynal mencontohkan penanganan bencana di Aceh sebagai wujud pendekatan berkelanjutan Lazismu. Bantuan tidak berhenti pada fase tanggap darurat, tetapi berlanjut ke tahap pemulihan hingga pembangunan fasilitas kesehatan berupa rumah sakit Muhammadiyah yang prosesnya memakan waktu bertahun-tahun.
“Sinergi strategis itu artinya kita tidak bekerja sendiri dan tidak bekerja sebentar. Kita membangun sistem yang berdampak dalam jangka panjang,” ujarnya.
Penghimpunan Dana dan Donatur Muda Meningkat
Dalam laporan kinerja, Lazismu Surakarta mencatat peningkatan signifikan pada penghimpunan dana tahun 2025 yang mencapai Rp15,3 miliar, naik 137 persen dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, jumlah donatur muda juga mengalami pertumbuhan hingga 81 persen dengan total 363 orang.
Kenaikan ini dinilai sebagai indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat sekaligus tanda regenerasi gerakan filantropi di kalangan generasi muda.
Namun Reynal menegaskan, tujuan utama bukan sekadar peningkatan angka penghimpunan, melainkan bagaimana dana tersebut mampu berkontribusi nyata dalam menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Surakarta.
Fokus Program 2026: Beasiswa hingga Pemakaman Layak
Dalam rencana strategis 2026, Lazismu Surakarta akan memperkuat kolaborasi dengan Sekolah Bisnis Retail Indonesia (SBRI) untuk membuka akses beasiswa dan peluang kerja bagi generasi muda, baik di dalam maupun luar negeri.
Selain itu, Lazismu juga menggagas kerja sama dengan Majelis Pelayanan Sosial Muhammadiyah terkait pengelolaan makam khusus bagi warga persyarikatan yang kurang mampu. Program ini hadir sebagai solusi atas keterbatasan lahan pemakaman sekaligus memastikan proses pemakaman yang layak dan bermartabat.
“Inilah bentuk kepedulian sosial yang menyeluruh, dari pendidikan, ekonomi, hingga layanan kemanusiaan terakhir bagi warga,” tambah Reynal.
Sinergi Jadi Kunci
Rakerda 2026 ini menjadi forum penyelarasan program antar-lembaga dan mitra strategis Lazismu. Melalui sinergi yang terstruktur, Lazismu Surakarta menargetkan pengelolaan ZIS yang semakin profesional, transparan, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Dengan pendekatan berkelanjutan, Lazismu berharap kehadirannya tidak hanya dirasakan dalam situasi darurat, tetapi juga menjadi bagian dari solusi jangka panjang pengentasan kemiskinan dan penguatan kesejahteraan umat di Surakarta. (*)

