SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sukses menyelenggarakan pengenalan dan pelatihan Artificial Intelligence (AI) bagi siswa SMA Muhammadiyah 1 Wonogiri pada Jumat (23/1). Langkah progresif ini diambil guna membekali generasi muda dengan meningkatkan literasi digital sekaligus memperkenalkan pemanfaat AI secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan era digital.
Kegiatan yang diikuti oleh siswa kelas XI dan XII ini difokuskan pada pengenalan konsep dasar hingga praktik pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan. Perwakilan mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika (PTI) UMS mengawali sesi dengan melakukan pre-test tertulis untuk mengukur pemahaman awal para siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa meski siswa sering bersentuhan dengan teknologi, pemahaman mereka mengenai cara kerja dan risiko AI masih tergolong terbatas.
Dalam pemaparannya, tim mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika (PTI) UMS menjelaskan bahwa AI merupakan sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk belajar dari data serta mengenali pola guna menghasilkan prediksi atau jawaban. Materi tersebut disampaikan secara sederhana dengan mengangkat contoh yang dekat dengan keseharian siswa, seperti sistem navigasi Google Maps, rekomendasi konten di media sosial, hingga kecanggihan fitur pada kamera ponsel pintar.
Mahasiswa PTI UMS, Shandy Yusril Fadlullah, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat membantu siswa memanfaatkan teknologi AI secara bijak dan produktif. “AI bukan hanya untuk membantu mengerjakan tugas, tetapi bisa menjadi alat belajar yang efektif jika digunakan dengan benar dan bertanggung jawab,” ungkap Shandy, (2/2).
Selain sisi manfaat, para mahasiswa UMS juga memberikan edukasi kritis mengenai risiko penggunaan AI, seperti potensi plagiarisme, penyebaran hoaks, dan kesalahan informasi. Siswa didorong untuk menjunjung tinggi etika digital dengan tidak menyalin jawaban secara mentah, menjaga privasi data, serta selalu melakukan verifikasi ulang terhadap informasi yang dihasilkan oleh mesin.
Antusiasme siswa memuncak pada sesi praktik, di mana mereka ditantang untuk menciptakan poster edukatif bertema anti-bullying. Dengan memanfaatkan AI generatif, para siswa belajar menyusun ide, judul, slogan, hingga elemen visual secara kreatif dan cepat. Praktik langsung ini bertujuan untuk membuktikan bahwa AI dapat menjadi sarana produktif dalam berkarya dan mengembangkan potensi diri.
Keberhasilan program ini terpotret jelas melalui hasil post-test yang menunjukkan peningkatan pemahaman siswa secara signifikan dibandingkan hasil di awal sesi. Kini, sebagian besar siswa telah memahami mekanisme kerja AI serta cara mengintegrasikannya ke dalam proses pembelajaran secara etis. Hal ini menjadi indikator positif tercapainya target literasi digital yang dicanangkan oleh tim KKN FKIP UMS.
Melalui inisiatif ini, mahasiswa PTI UMS berharap para siswa SMA Muhammadiyah 1 Wonogiri semakin siap menghadapi tantangan masa depan dan mampu menjadikan teknologi sebagai sarana belajar, berkarya, serta mengembangkan potensi diri. Kegiatan pelatihan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi di sekolah menengah. (*)
