30 C
Jakarta

Mahasiswi FK UMS Terbaik di ISL Training Nasional

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Mahasiswi Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ainun Ni’mah Syawaliyah, berhasil meraih predikat peserta terbaik dalam Kegiatan Indonesia Scientific Leadership (ISL) Training oleh Badan Analisis dan Pengembangan Ilmiah Nasional (BAPUN) di bawah naungan Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI).

ISL Training merupakan program pelatihan yang berfokus pada penguatan kemampuan penelitian, penulisan karya ilmiah, serta kepemimpinan berbasis bukti ilmiah. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa kedokteran dari berbagai universitas di Indonesia dengan jumlah peserta mencapai puluhan mahasiswa dan berlangsung selama tujuh hari.

Ainun mengaku ketertarikannya pada dunia penelitian sejak duduk di bangku SMP menjadi modal utama dalam mengikuti kegiatan ini. Selama pelatihan ia aktif bertanya, berdiskusi, dan terlibat langsung dalam pembentukan tim.

“Selama kegiatan saya merasa enjoy, saat diskusi ilmiah saya selalu berusaha menuangkan ide-ide saya, dan saat pembentukan tim penelitian, saya mengajukan sebagai ketua,” ungkapnya, Sabtu (14/2).

Dukungan dari Fakultas Kedokteran serta dekanat menjadi faktor penting dalam keberhasilannya. Ainun menyampaikan bahwa pihak fakultas memberikan pendampingan dan fasilitas, termasuk bantuan biaya serta dukungan untuk publikasi ilmiah.

“Pihak fakultas sangat terbuka dan mendukung pengembangan mahasiswa,” jelasnya.

Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa akhir, tantangan yang ia hadapi adalah memahami materi penelitian yang disampaikan oleh pakar. Menurut Ainun, tantangan utama bukanlah memahami materi tetapi bagaimana cara mengaplikasikannya menjadi penelitian nyata dan publikasi ilmiah.

“Bagaimana caranya agar materi-materi yang dikasih selama ISL itu bisa diterapkan, karena sayang kalau misalkan cuman di dengerin, sama mengaplikasikan semua materi di ISL jadi penelitian dan bisa jadi sebuah paper publikasi,” katanya.

Ke depan, Ainun berharap dapat meningkatkan kualitas dari penelitiannya dan mampu menembus jurnal internasional. Ia juga berkomitmen untuk menularkan ilmu yang diperolehnya kepada adik tingkat melalui lembaga ilmiah Cornea Club di FK UMS.

“Saya ingin meningkatkan bukan kuantitas dari penelitiannya, tapi kualitas. Saya juga ingin penelitian kedepan yang saya lakukan itu standarnya standar internasional, jika Allah menghendaki bisa publish di Scopus,” tuturnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!