30 C
Jakarta

Dua Kader Muhammadiyah Raih Tokoh Inspiratif Solo

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Dua kader Muhammadiyah Surakarta menerima penghargaan Tokoh Inspiratif dari Pemerintah Kota Surakarta dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-281 Kota Solo di Stadion Sriwedari, Selasa (17/2/2026).

Mereka adalah Drs. HM. Joko Riyanto, S.H., M.M., M.H., tokoh pendidikan dan literasi, serta Alpha Febela Priyatmono, M.T., akademisi dan penggerak UMKM batik Laweyan.

Joko Riyanto yang menjabat Ketua Dewan Pendidikan Kota Surakarta sekaligus Ketua Forum Dewan Pendidikan se-Indonesia mengaku bersyukur atas anugerah tersebut. Ia juga aktif sebagai supervisor Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta.

“Alhamdulillah diberikan anugerah Tokoh Inspiratif Pendidikan dan Literasi Kota Surakarta. Semoga kami terus berkiprah sepanjang hayat untuk pendidikan dan bermanfaat bagi masyarakat, nusa, dan bangsa,” ujarnya.

Menurut Joko, kontribusinya tidak hanya melalui Dewan Pendidikan, tetapi juga lewat Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan berbagai lembaga pendidikan lain di tingkat karesidenan, provinsi, hingga nasional. Ia berharap ilmu yang didedikasikan mampu memberi dampak nyata bagi generasi muda Indonesia.

Sementara itu, Alpha Febela Priyatmono yang juga dosen arsitektur di Universitas Muhammadiyah Surakarta menerima penghargaan Tokoh Inspiratif di bidang ekonomi dan UMKM. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh kunci revitalisasi Kampung Batik Laweyan.

Alpha menuturkan, kebangkitan UMKM batik Laweyan dimulai pada 2004 ketika jumlah pelaku usaha menyusut drastis menjadi 16 unit. Melalui kolaborasi bersama masyarakat dan pemangku kepentingan, Kampung Batik Laweyan berhasil dihidupkan kembali dan terus berkembang hingga kini.

“Sebelum 2004 jumlah UMKM tinggal 16. Alhamdulillah setelah berdirinya Kampung Batik Laweyan, jumlahnya terus bertambah. Sempat terdampak COVID-19, tetapi kini tumbuh lagi,” katanya.

Ia menjelaskan, pengembangan Laweyan tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus terintegrasi dengan wilayah sekitar seperti Pajang, Sondakan, Bumi, dan Purwosari. Konsep tersebut dinilai penting agar ekosistem batik dan ekonomi kreatif di Solo berkembang berkelanjutan.

Penganugerahan Tokoh Inspiratif ini menjadi bentuk apresiasi Pemkot Surakarta kepada figur-figur yang berkontribusi nyata dalam pendidikan, literasi, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Momentum HUT ke-281 Kota Solo pun menegaskan peran strategis kader Muhammadiyah dalam pembangunan daerah berbasis nilai kemaslahatan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!