SOLO, MENARA62.COM – Geliat ekonomi dan dakwah mewarnai pembukaan Festival Ramadan #3 yang digelar Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kota Bengawan di lingkungan Masjid Nurul Hidayah, Mojo, Rabu (18/2/2026). Kegiatan bertajuk Opening Festival Ramadan #3 dan Pasar Sore Ramadan 1447 H ini disambut antusias warga.
Kolaborasi antara Takmir Masjid Nurul Hidayah dan PCPM Kota Bengawan menjadi kunci sukses terselenggaranya acara tahunan tersebut. Festival ini menghadirkan konsep produktif dengan memadukan penguatan spiritual dan pemberdayaan ekonomi umat.
Ketua PCPM Kota Bengawan, Candra Cahyadi, M.Pd., menyatakan festival ini dirancang sebagai ruang dakwah yang adaptif sekaligus wadah penggerak ekonomi masyarakat sekitar masjid. “Pemuda harus hadir membawa solusi nyata. Ramadan menjadi momentum strategis untuk menggerakkan dakwah sekaligus ekonomi umat,” ujarnya.
Seremoni pembukaan dipandu Sekretaris PCPM Kota Bengawan, Muhammad Zainal Ma’arif, S.Hum. Ia memaparkan sejumlah agenda utama, antara lain Pasar Sore Ramadan, Kajian Dai Muda menjelang berbuka, dongeng akbar, hingga penggalangan donasi untuk Palestina.
Pembina Takmir Masjid Nurul Hidayah, K.H. Drs. Muqorrobin Zuhdi, mengapresiasi inisiatif generasi muda dalam memakmurkan masjid melalui kegiatan yang berdampak langsung bagi jamaah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat terus bersinergi memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan pemberdayaan.
Senada dengan itu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kota Bengawan, Ghofar Isma’il, M.M., menekankan pentingnya konsistensi menghadirkan program yang memberdayakan masyarakat. “Masjid harus menjadi pusat peradaban dan solusi umat,” tegasnya.
Tausiyah pembuka disampaikan Ketua LPCR PM PDM Kota Surakarta, Sumanto, M.Kes. Ia menegaskan masjid ideal tidak hanya makmur secara fisik, tetapi juga mampu memakmurkan perekonomian dan keilmuan jamaah. Prosesi potong pita oleh Sumanto didampingi Ghofar Isma’il dan sejumlah tokoh menandai dimulainya rangkaian Festival Ramadan 1447 H.
Usai pembukaan, para tokoh meninjau stan Pasar Sore Ramadan yang diikuti pelaku UMKM lokal. Para pedagang mengaku terbantu dengan fasilitas berjualan gratis yang disediakan panitia.
Acara ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Festival Ramadan #3 diharapkan menjadi katalisator kebangkitan ekonomi umat sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiah di wilayah Pasar Kliwon dan sekitarnya.
Adapun rangkaian kegiatan selama Ramadan meliputi Safari Dakwah, Kajian Menjelang Berbuka, Tadarus Al-Qur’an, Pasar Sore Ramadan, dan Mendongeng Akbar.
Festival ini menegaskan peran strategis pemuda dalam menggerakkan dakwah dan ekonomi berbasis masjid. Ramadan pun diharapkan menjadi momentum perubahan menuju masyarakat yang lebih berdaya dan harmonis. (*)

