JAKARTA, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan capaian nasional dengan memborong dua penghargaan strategis dalam ajang Indonesia Top Achievements of the Year (ITAY) 2026 yang digelar di Grand Studio Metro TV, Jakarta, Jumat (20/2). UMS meraih Excellence in Islamic World Class University Performance 2026 untuk kategori institusi serta Best Transformational Leader in Islamic Higher Education 2026 yang diterima langsung oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum.
Pengakuan ganda tersebut menegaskan posisi UMS sebagai perguruan tinggi Islam yang tidak hanya bertumbuh secara kuantitatif, tetapi juga bertransformasi secara sistemik. Dari sudut pandang institusi, penghargaan ini menjadi validasi atas langkah internasionalisasi, penguatan riset, serta reformasi tata kelola akademik yang dijalankan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam sambutannya, Harun menegaskan bahwa apresiasi itu bukanlah capaian personal. “Penghargaan dan apresiasi ini sesungguhnya bukan pribadi. Ini adalah pengokohan terhadap institusi Universitas Muhammadiyah Surakarta,” ujarnya. Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Metro TV, dewan juri, serta seluruh keluarga besar UMS yang dinilainya menjadi fondasi utama transformasi kampus.
Menurut Rektor UMS itu, transformasi menjadi kata kunci yang diwariskan sejak UMS berdiri 78 tahun lalu. Ia menyebut empat pilar utama yang terus dijaga: transformasional, inovasi tiada henti, keberlanjutan, dan kontribusi berdampak luas bagi masyarakat. “Transformasi dan inovasi tidak cukup jika tidak dilakukan secara berkelanjutan dan memberi dampak nyata. Perguruan tinggi harus dicintai, dipercaya, dan memberi kontribusi untuk negeri,” tegasnya.
Bagi UMS, penghargaan ini bukan garis akhir. Harun optimis bahwa UMS akan terus memperluas jejaring global dan memperkuat kontribusi sosialnya. “Kami datang dari Surakarta, dari Jawa Tengah. Tetapi orientasi kami adalah global. Silakan datang ke Solo, kunjungi UMS, dan saksikan bagaimana transformasi itu kami jalankan,” ujarnya.
Dewan juri ITAY menilai UMS menunjukkan capaian signifikan dalam peningkatan reputasi nasional dan internasional, penguatan kerja sama global, pertumbuhan publikasi ilmiah bereputasi, hilirisasi riset berbasis nilai Islam, hingga pembaruan tata kelola pendidikan tinggi. UMS dinilai berhasil memadukan mutu akademik dan nilai-nilai Islam dalam satu kerangka universitas berkelas dunia.
Salah satu juri, Prof. Dr. Ricardi S. Adnan, M.Si., menyatakan bahwa UMS menjadi contoh bagaimana identitas keislaman tidak menjadi batas, melainkan energi penggerak reputasi global.
“Perguruan tinggi yang berprestasi adalah yang mampu berinovasi dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. UMS menunjukkan nilai Islam dan kualitas akademik dapat berjalan beriringan,” katanya.
Hal tersebut juga diperkuat Founder ITAY, Arief Hidayat Thamrin, menambahkan bahwa transformasi UMS terlihat konsisten dan terukur. Ia menyebut penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas komitmen menjadikan universitas sebagai pusat keunggulan akademik dan religi yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Acara ITAY 2026 dibuka oleh Suryopratomo selaku Komisaris Metro TV dan dihadiri sejumlah tokoh nasional, antara lain Arief Satria (Kepala BRIN), TB Ace Hasan Syadzili (Gubernur Lemhanas), serta Komarudin Hidayat (Ketua Dewan Pers), bersama jajaran direksi BUMN, BUMD, dan para rektor dari berbagai perguruan tinggi. Penilaian dilakukan secara independen berdasarkan lima kriteria utama: Prestasi, Inovasi, Transformasi, Kompetensi Inti, dan Kontribusi.
Penghargaan ITAY 2026 mempertegas langkah UMS sebagai universitas Islam berkelas dunia yang progresif, adaptif, dan berdampak. Di tengah kompetisi pendidikan tinggi yang makin ketat, UMS memilih jalan transformasi berkelanjutan tajam dalam visi, kuat dalam eksekusi, dan kokoh dalam nilai. (*)

