SOLO, MENARA62.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN Dik) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan sharing session bertema Keorganisasian dan Pengelolaan Keuangan Karang Taruna bersama pemuda Karang Taruna Dusun Duwet, Mlokowetan, Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons atas kebutuhan dan keluhan pemuda setempat terkait kurangnya kekompakan organisasi serta pengelolaan keuangan yang belum tertata dengan baik.
Sharing session berlangsung dalam suasana yang santai namun serius. Mahasiswa KKN DIK FKIP UMS memulai kegiatan dengan mengajak peserta berdiskusi mengenai kondisi organisasi yang mereka jalani selama ini. Beberapa anggota Karang Taruna mengungkapkan bahwa kegiatan sering tidak berkelanjutan, sebagian pengurus cenderung pasif, dan komunikasi antaranggota belum berjalan optimal. Kondisi tersebut berdampak pada minimnya program kerja serta menurunnya rasa kebersamaan antar anggotanya.
Shandy Yusril Fadlullah, salah satu mahasiswa KKN DIK FKIP UMS, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun kembali semangat kebersamaan pemuda desa.“Karang Taruna itu sebenarnya punya potensi besar. Tapi kalau tidak ada komunikasi yang baik dan pengelolaan yang rapi, potensi itu sulit berkembang. Kami ingin mendorong teman-teman Karang Taruna agar berani aktif, saling menguatkan, dan mulai membangun organisasi secara bertahap, tidak harus langsung sempurna,” ujarnya, Sabtu (21/2).
Melalui pemaparan materi, mahasiswa KKN DIK menjelaskan pentingnya sistem keorganisasian yang jelas, mulai dari pembagian tugas pengurus, pentingnya rapat yang terarah, hingga peran komunikasi dalam menjaga solidaritas organisasi. Peserta diajak memahami bahwa organisasi yang sehat tidak bergantung pada salah satu orang saja, melainkan berjalan berdasarkan kerja tim dan tanggung jawab bersama.
Selain keorganisasian, pengelolaan keuangan menjadi topik utama yang mendapat perhatian peserta. Mahasiswa KKN DIK menyampaikan prinsip dasar pengelolaan keuangan organisasi yang sederhana namun akuntabel, seperti pentingnya pencatatan rutin, pemisahan uang pribadi dan kas organisasi, transparansi kepada anggota, serta penyampaian laporan keuangan secara berkala. Materi ini disampaikan dengan contoh-contoh sederhana yang dekat dengan aktivitas Karang Taruna sehari-hari.
Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berlangsung aktif. Banyak anggota Karang Taruna menyampaikan pengalaman mereka terkait kendala organisasi dan keuangan, sekaligus mengajukan pertanyaan tentang langkah-langkah praktis yang bisa langsung diterapkan. Mahasiswa KKN DIK pun mendorong peserta untuk mulai menyusun jobdesk pengurus secara tertulis dan membangun kebiasaan komunikasi terbuka agar organisasi dapat berjalan lebih solid.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak Karang Taruna. Mereka menilai sharing session ini memberi sudut pandang baru dan motivasi untuk membenahi organisasi agar lebih aktif dan dipercaya anggotanya. Melalui kegiatan ini, Jumat (6/2), mahasiswa KKN DIK FKIP UMS berharap Karang Taruna Dusun Duwet dapat tumbuh menjadi organisasi kepemudaan yang kompak, transparan dan berkelanjutan.
Selain menjadi wadah berbagi ilmu, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN DIK FKIP UMS dalam mendampingi masyarakat desa, khususnya generasi muda, agar mampu mengelola organisasi secara lebih baik dan mandiri. (*)
