27.6 C
Jakarta

Kunjungan Plastic Bank, SIG, dan Wuppertal Institute Germany ke SD Muhammadiyah 3 Denpasar

Baca Juga:

Denpasar, Menara62.com. Jumat, 25 September 2026, SD Muhammadiyah 3 Denpasar kembali menjadi ruang belajar dan berbagi praktik baik dalam pengelolaan sampah melalui kunjungan Plastic Bank, SIG, dan Wuppertal Institute Germany. Kunjungan ini menjadi momentum istimewa untuk melihat secara langsung bagaimana gerakan Sedekah Sampah Plastik melalui program KEDAS (Kepedulian dari Sampah) tumbuh menjadi bagian dari budaya sekolah.

Rombongan yang hadir terdiri dari Shaun Frankson, Co-founder, COO & CTO Plastic Bank, Irdham Kusumawardana, Country Manager Plastic Bank Indonesia, serta Debora Aritonang. Kehadiran para tamu disambut hangat oleh Kepala SD Muhammadiyah 3 Denpasar, RA Emma Rosada, M.Pd., bersama Ketua Circular School, M. Syamsuddin, M.Pd., guru, siswa, komite sekolah, serta tim Sedekah Sampah Plastik KEDAS.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat secara langsung proses pelaksanaan Sedekah Sampah Plastik KEDAS, mulai dari bagaimana siswa membawa dan mengumpulkan sampah plastik dari rumah hingga menjadikannya bagian dari gerakan kepedulian lingkungan dan pendidikan karakter di sekolah.

Suasana kunjungan semakin menarik ketika para tamu menyaksikan kreativitas siswa kelas 4 dalam kegiatan upcycling. Anak-anak mengolah karung beras bekas menjadi file folder serta memanfaatkan botol PET menjadi pot bunga. Kegiatan berlangsung seru, interaktif, dan menyenangkan. Anak-anak tidak hanya belajar bahwa sampah dapat dipilah dan dikumpulkan, tetapi juga menemukan bahwa benda yang dianggap tidak berguna dapat diubah menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat.

Bagi SD Muhammadiyah 3 Denpasar, kegiatan ini bukan sekadar tentang mengelola sampah. KEDAS adalah proses membangun cara pandang baru pada anak: bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari karakter, bahwa sampah memiliki nilai, dan bahwa sebuah tindakan kecil dapat memberikan dampak yang lebih besar.

Melalui kolaborasi bersama berbagai pihak, sekolah terus mengembangkan pendekatan Circular School yang menghubungkan pendidikan, kepedulian lingkungan, kreativitas, dan aksi nyata. Anak-anak diajak untuk tidak berhenti pada pengetahuan tentang sampah, tetapi mengalami, melakukan, menciptakan, dan merasakan dampaknya secara langsung.

Kunjungan Plastic Bank, SIG, dan Wuppertal Institute Germany menjadi penguat semangat bagi seluruh warga sekolah untuk terus bergerak.

Dari sampah lahir kepedulian.
Dari kepedulian lahir kreativitas.
Dari kreativitas tumbuh karakter.
Dan dari kebiasaan kecil anak-anak, lahir perubahan yang lebih besar untuk lingkungan.

KEDAS, Kepedulian dari Sampah.
Satu sampah yang disedekahkan, satu kebiasaan baik yang ditanamkan, satu langkah menuju sekolah yang lebih berkelanjutan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!