SOLO, MENARA62.COM – Inovasi perangkat penyaring polusi udara mengantarkan Tim Sang Surya Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id meraih tiga penghargaan sekaligus dalam ajang Nusantara Creative Competition 4 di Bali.
Tim mahasiswa UMS tersebut membawa pulang medali perak, medali perunggu, dan poster favorit dalam kompetisi ilmiah tingkat nasional yang digelar Nusantara Muda di Universitas Udayana, Bali, Sabtu (19/9/2026).
Dalam kompetisi tersebut, Tim Sang Surya mengusung gagasan berjudul “ASAFA Tech: Inovasi Perangkat Filtrasi Portabel untuk Mewujudkan Ketahanan Kesehatan Pernapasan Masyarakat di Tengah Masifnya Krisis Polusi Udara”.
Ketua Tim Sang Surya, Arkan Makarim Ahmad, mengatakan inovasi tersebut lahir dari keprihatinan terhadap persoalan kualitas udara di kawasan urban Indonesia. Paparan partikel berbahaya, khususnya PM2.5, menjadi salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam pengembangan gagasan tersebut.
“Berbeda dengan masker medis konvensional yang mengandalkan saringan pasif, ASAFA Tech dirancang sebagai perangkat filtrasi portabel aktif dengan teknologi berlapis,” jelas Arkan, Senin (21/9/2026).
ASAFA Tech dirancang dalam bentuk dua unit filtrasi simetris yang menyesuaikan anatomi lubang hidung. Perangkat tersebut mengombinasikan sejumlah sistem penyaringan untuk membantu mengurangi paparan polutan di area pernapasan pengguna.
Pada tahap penyaringan awal, perangkat menggunakan jaring logam untuk menangkap partikel debu berukuran besar seperti PM10. Selanjutnya, filter membran mikro/nanofiber berstandar HEPA 13 digunakan untuk menyaring partikel berukuran lebih kecil, termasuk PM2.5.
Sistem tersebut dilengkapi media adsorben karbon aktif yang dirancang untuk mengikat sejumlah gas berbahaya, seperti sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen dioksida (NO2).
Dilengkapi UV-C dan Kipas Bertenaga Baterai
Tak berhenti pada sistem filtrasi, ASAFA Tech juga mengintegrasikan Dual UV-C dan impeller kipas yang ditenagai baterai isi ulang melalui port USB-C.
Sistem ventilasi aktif tersebut dirancang untuk menarik udara dari luar, kemudian mengalirkannya setelah melalui proses filtrasi menuju area pernapasan pengguna.
Menurut tim, rancangan tersebut ditujukan untuk memberikan alternatif perangkat perlindungan pernapasan yang lebih nyaman dibandingkan sistem filtrasi pasif, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko paparan polusi lebih tinggi.
Kelompok sasaran inovasi tersebut antara lain anak-anak, penderita asma, serta pekerja sektor informal yang sehari-hari beraktivitas di lingkungan dengan tingkat paparan polusi udara tinggi.
Kolaborasi Lintas Fakultas
Keberhasilan Tim Sang Surya tidak lepas dari kolaborasi mahasiswa lintas disiplin di UMS. Tim tersebut diketuai Arkan Makarim Ahmad dan beranggotakan Alif Muhammad Faiz Robbani, Firman Rama Ferdiansyah, Reza Nafdan Murtaza, Muhammad Danadhyaksa, serta Muhammad Fathu Aziz Wibawa.
Arkan, Faiz, dan Firman berasal dari Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Reza berasal dari Program Studi Bisnis Digital FEB. Sementara itu, Muhammad Danadhyaksa merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik (FT), dan Muhammad Fathu Aziz Wibawa berasal dari Program Studi Teknik Informatika Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI).
Kolaborasi tersebut memadukan kemampuan di bidang rekayasa sistem dengan strategi operasional, manajemen, serta perencanaan model bisnis.
Komposisi lintas disiplin itu menjadi salah satu kekuatan tim ketika mempresentasikan gagasan ASAFA Tech di hadapan dewan juri, termasuk saat menjalani sesi tanya jawab.
Nusantara Creative Competition 4 sendiri mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Proses seleksi mencakup penilaian kelayakan ide ilmiah, kebaruan inovasi, hingga presentasi dan sesi tanya jawab.
Bagi Tim Sang Surya, tiga penghargaan yang diraih menjadi dorongan untuk melanjutkan pengembangan ASAFA Tech dari gagasan ilmiah menuju tahap prototipe.
“Diharapkan karya ilmiah ini dapat terus dikembangkan hingga tahap realisasi prototipe sehingga mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat luas,” kata Arkan.
Capaian tersebut sekaligus menunjukkan potensi kolaborasi lintas bidang dalam melahirkan gagasan inovatif mahasiswa UMS, khususnya untuk merespons persoalan lingkungan dan kesehatan masyarakat. (*)

