34.8 C
Jakarta

Umrah Jadi Pembelajaran Mendalam, Guru Ini Rasakan Maknanya

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Perjalanan umrah tidak sekadar menjadi rangkaian ibadah, tetapi juga dapat menjadi pengalaman pembelajaran mendalam yang memperkaya perspektif spiritual. Hal itu dirasakan Dwi Jatmiko, Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, setelah mengikuti program umrah bersama tim tour leader (TL) dan muthowif PT Firdaus Mulia Abadi (FMA).

 

Guru Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab tersebut menyebut perjalanan ke Tanah Suci sebagai kesempatan berharga untuk melakukan pembelajaran mendalam dan berkemajuan. Ia bersyukur mendapatkan izin cuti untuk menunaikan ibadah yang selama ini menjadi cita-citanya.

 

“Umrah itu merupakan cita-cita yang diimpikan. Cita-cita untuk pembelajaran mendalam bagaimana menikmati setiap perjalanan spiritual baik di Madinah maupun Mekkah. Terima kasih kepala sekolah Sri Sayekti atas izinnya, Amanah Multi Finance Fitria Hariyati dan penyelenggara umrah Firdaus Mulia Abadi (FMA),” ujar Dwi, Senin (5/10/2026).

 

Program Umrah Plus Oman dan Thaif tersebut berlangsung selama 12 hari. Rombongan berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, pada 23 September 2026 menggunakan penerbangan Oman Air.

 

Sebelum menuju Arab Saudi, jamaah singgah di Muscat, Oman. Di sana, rombongan mengunjungi Masjid Agung Sultan Qaboos dan menjelajahi Matrah Souq, salah satu pasar tradisional yang menjadi destinasi setempat.

 

Perjalanan kemudian berlanjut menuju Jeddah sebelum rombongan bertolak ke Madinah. Selama berada di Kota Nabi, jamaah memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi sekaligus mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah.

 

Beberapa destinasi yang dikunjungi antara lain Masjid Quba, kebun kurma, dan kawasan Uhud. Bagi Dwi, setiap perjalanan tersebut menjadi bagian dari pengalaman spiritual yang memberikan ruang untuk memahami kembali nilai-nilai pembelajaran.

 

“Dari Madinah, rombongan menuju Makkah melalui Miqat Bir Ali untuk melaksanakan rangkaian ibadah umrah. Selain tawaf dan sai, jamaah juga mengikuti ziarah ke sejumlah tempat bersejarah, termasuk Jabal Tsur, Arafah, dan Jabal Rahmah,” ungkapnya.

 

Ditutup dengan Perjalanan ke Thaif

 

Setelah menyelesaikan rangkaian perjalanan di Makkah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Thaif pada 2–3 Oktober 2026. Kota pegunungan tersebut menjadi destinasi terakhir sebelum jamaah kembali ke Indonesia.

 

Di Thaif, jamaah mengunjungi Masjid Ibnu Abbas, sentra pengolahan bunga mawar, serta menikmati suasana kota yang berada di kawasan pegunungan.

 

Rombongan dijadwalkan tiba kembali di Jakarta pada 4 Oktober 2026. Perjalanan tersebut diharapkan tidak hanya meninggalkan kenangan, tetapi juga membawa semangat baru untuk menjalani kehidupan setelah kembali ke Tanah Air.

 

Bagi Dwi, pengalaman umrah menjadi momentum untuk menghubungkan perjalanan spiritual dengan proses belajar yang lebih bermakna.

 

“Pembelajaran mendalam langkah kecil ke Baitullah,” menjadi refleksi Dwi atas perjalanan yang dijalaninya, sekaligus harapan agar pengalaman spiritual tersebut dapat memberikan inspirasi dalam menjalankan amanah sebagai pendidik. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!