BANDUNG, MENARA62.COM — Peluang bekerja dan melanjutkan studi di Jepang kini terbuka bagi mahasiswa tingkat akhir dan lulusan Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, khususnya yang berasal dari bidang teknik.
Peluang tersebut dibahas dalam sosialisasi beasiswa studi dan kesempatan kerja di Jepang yang digelar Lembaga Pengkajian Pengembangan Pendidikan dan Kewirausahaan (LP3K) UM Bandung di Auditorium KH Ahmad Dahlan lantai tiga UM Bandung, Senin (5/10/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 200 peserta itu menghadirkan General Manager First Study Osaka Jepang Yokoyama Arata sebagai narasumber utama. Kepala LP3K UM Bandung Ace Somantri turut memberikan pemaparan mengenai peluang tenaga kerja Indonesia di Jepang.
Ace mengatakan, peluang bekerja di luar negeri dapat menjadi alternatif bagi lulusan perguruan tinggi di tengah tantangan penyerapan tenaga kerja di Indonesia.
Menurut dia, persoalan ketenagakerjaan tidak hanya menyangkut ketersediaan lapangan pekerjaan, tetapi juga kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
“Pengangguran terdidik terus meningkat. Sementara itu, dunia usaha dan industri belum banyak menyerap lulusan karena masih ada persoalan kompetensi dan keterampilan yang belum sesuai dengan standar kebutuhan industri,” ujar Ace.
Jepang Kekurangan Tenaga Kerja
Di sisi lain, Jepang menghadapi persoalan demografi yang berbeda. Penurunan jumlah penduduk berlangsung ketika aktivitas ekonomi dan industri tetap berjalan.
“Jepang secara populasi mengalami masalah. Setiap semester ada penurunan penduduk kurang lebih sampai 2,1 juta jiwa. Pada sisi lain, pertumbuhan ekonomi dan industri tetap berjalan dan relatif meningkat,” jelasnya.
Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia di Jepang. Ketika kebutuhan tenaga kerja tidak sepenuhnya dapat dipenuhi penduduk lokal, tenaga kerja asing menjadi salah satu alternatif.
“Ketika kebutuhan sumber daya manusia meningkat dan penduduk Jepang tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut, konsekuensinya Jepang harus mengambil tenaga asing. Salah satunya dari Indonesia yang masih berada pada usia produktif,” kata Ace.
Menurut Ace, kondisi tersebut menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan mahasiswa dan alumni UM Bandung, terutama mereka yang memiliki latar belakang pendidikan teknik.
Karena itu, LP3K UM Bandung mendorong kolaborasi dengan First Study Osaka Jepang dan Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) untuk memperluas akses informasi mengenai peluang studi dan kerja di Jepang.
“Tentu ini merupakan peluang yang perlu kita fasilitasi. Kita ingin mahasiswa dan alumni UM Bandung mendapatkan akses terhadap kesempatan bekerja ataupun melanjutkan studi di Jepang,” ujarnya.
Ada Kuota Beasiswa untuk Mahasiswa UM Bandung
Dalam sosialisasi tersebut, Yokoyama Arata memaparkan berbagai informasi mengenai kesempatan studi, beasiswa, dan pekerjaan di Jepang.
Khusus bagi mahasiswa dan lulusan UM Bandung, First Study Osaka Jepang memberikan kuota beasiswa untuk melanjutkan studi di Jepang. Selain beasiswa, peserta juga mendapatkan informasi mengenai sejumlah jalur yang dapat ditempuh untuk berkarier di Negeri Sakura.
Yokoyama mengatakan, peluang studi dan kerja di Jepang dapat menjadi salah satu pilihan bagi lulusan UM Bandung yang ingin mengembangkan karier di tingkat internasional.
Kolaborasi tersebut tidak hanya melibatkan LP3K dan Fakultas Saintek. Sejumlah unsur lain di lingkungan UM Bandung juga diarahkan terlibat, seperti bagian alumni dan karier, kerja sama internasional, serta bagian diseminasi.
Kerja sama itu diharapkan dapat memperkuat pendampingan mahasiswa dan alumni, mulai dari memperoleh informasi peluang kerja hingga mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi di Jepang.
Fakultas Saintek UM Bandung menyambut positif program tersebut dan berencana menindaklanjutinya agar akses terhadap peluang studi dan kerja di Jepang semakin luas.
Melalui program ini, UM Bandung berupaya memperluas kesempatan mahasiswa dan alumni untuk menembus pasar pendidikan dan karier internasional, sekaligus memanfaatkan peluang kebutuhan tenaga kerja di Jepang. (*)
