27.9 C
Jakarta

Agama, Muhammadiyah dan Politik Kebangsaan

Must read

76,9 Persen Permohonan SIKM Ditolak Pemprov. DKI Jakarta

JAKARTA, MENARA62.COM -- Setiap orang, pelaku usaha dan orang asing dilarang melakukan kegiatan bepergian keluar dan/atau masuk Provinsi DKI Jakarta selama masa...

Sahabat UMI, Dukungan bagi Ibu Pelaku Usaha Mikro

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ikut terpuruk akibat pandemi dengan menurunnya pendapatan harian untuk memutar modal. Seiring...

Batal Berangkat, Ini Prosedur Pencairan Setoran Biaya Haji

JAKARTA, MENARA62.COM - Kementerian Agama telah memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan jemaah haji 1441H/2020M. Kebijakan ini disampaikan oleh Menag Fachrul Razi pada 2...

Menhub Tandatangani Kesepakatan dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Bidang Pendidikan dan Pelatihan Transportasi

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kementerian Perhubungan RI dan Pengurus Pusat Muhammadiyah, jalin kerja sama Sinergi Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan di Bidang Perhubungan. Kesepakatan...

Tulisan ini merupakan prolog dalam buku Politik Inklusif Muhammadiyah, narasi pencerahan Islam untuk Indonesia Berkemajuan  yang ditulis oleh Prof Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Indonesia, sebagai suatu bangsa dan negara tidak dapat dipisahkan dari agama. Lebih khusus agama Islam dan umat Islam sebagai mayoritas di negeri ini. Secara historis dan sosiologis, agama dan umat beragama telah hidup menyatu dengan kelahiran, pertumbuhan, dan perkembanan hidup masyarakat dan bangsa Indonesia, sehingga masyarakat atau bangsa Indonesia dikenal relijius.

Dalam perjuangan kemerdekaan dan pembentukan negara Indonesia, peran umat beragama sangatlah besar dan menentukan. Setiap perang dan perlawanan melawan penjajah selalu melibatkan umat beragama dan simbol-simbol maupun nilai-nilai ajaran agama. Lebih khusus, secara konstitusional agama maupun umat beragama juga memperoleh tempat yang kuat dalam konstitusi dasar Indonesia.

Masalahnya, bagaimana negara mengakomodasi dan menjadikan agama sebagai sumber nilai kehidupan yang luhur dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga Indonesia tidak menjadi negara sekuler meskipun bukan menjadi negara agama, yang menjadikan para pejabat dan warga bangsa maupun institusi negara sendiri berbuat dan mengambil kebijakan-kebijakan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan yang diajarkan agama yang dipeluknya. Pada saat yang sama, umat beragama sendiri menjadikan agamanya sebagai nilai luhur yang fundamental, yang menjadikan dirinya berbuat kebajikan-kebajikan luhur dan menjadi rahmat bagi semesta alam.

Dalam konteks inilah, maka bagi umat beragama, diperlukan beragama yang mencerahkan dalam kehidupan berbangsa, termasuk dalam politik. Lebih-lebih bagi umat Islam, karena agama yang dibawa oleh Nabi  akhir zaman ini merupakan din at-tanwir, sebagai agama yang mencerahkan kehidupan sebagaimana firman Allah yang artinya:

“Allah Pelindung orang-orang beriman, Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni negara, mereka kekal di dalamnya,” [QS Al-Baqarah:257]

Bersambung: <2 3 4 5 6 7 8 9

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

76,9 Persen Permohonan SIKM Ditolak Pemprov. DKI Jakarta

JAKARTA, MENARA62.COM -- Setiap orang, pelaku usaha dan orang asing dilarang melakukan kegiatan bepergian keluar dan/atau masuk Provinsi DKI Jakarta selama masa...

Sahabat UMI, Dukungan bagi Ibu Pelaku Usaha Mikro

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ikut terpuruk akibat pandemi dengan menurunnya pendapatan harian untuk memutar modal. Seiring...

Batal Berangkat, Ini Prosedur Pencairan Setoran Biaya Haji

JAKARTA, MENARA62.COM - Kementerian Agama telah memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan jemaah haji 1441H/2020M. Kebijakan ini disampaikan oleh Menag Fachrul Razi pada 2...

Menhub Tandatangani Kesepakatan dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Bidang Pendidikan dan Pelatihan Transportasi

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kementerian Perhubungan RI dan Pengurus Pusat Muhammadiyah, jalin kerja sama Sinergi Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan di Bidang Perhubungan. Kesepakatan...

XL Axiata Berikan Paket Data Sampai Lulus SMA pada Siswa SD yang Surati Mendikbud

PAMEKASAN, MENARA62.COM -- PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) memberikan fasilitas internet gratis hingga lulus SMA kepada seorang siswa sekolah dasar di...