YOGYAKARTA, MENARA62.COM
Pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen, termasuk Exit Tol Banyurejo di Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Sleman, Yogyakarta, merupakan proyek strategis nasional yang meningkatkan konektivitas transportasi antarprovinsi menuju Magelang dan Semarang. Proyek infrastruktur ini merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi baru, meningkatkan efisiensi sistem waktu dan logistik, serta daya saing daerah.
“Dalam rangkaian jalan tol yang dibangun, dibangun pula pintu jalan keluar atau exit tol. Jalan keluar atau exit tol merupakan kesempatan baik bagi masyarakat sekitar karena mengandung potensi untuk menumbuhkan perekonomian local”.
Demikian sebagian dari paparan dosen Ilmu Hubungan Internasional UMY, Dr. Wahyuni Kartikasari, S.T., S.I.P., M.Si, dalam kegiatan diskusi di hadapan para Pimpinan Cabang Aisyiyah Tempel Sleman beberapa waktu lalu.
Penjelasan Wahyuni tersebut merupakan rangkaian dari program pengabdian masyarakat Universitas Yogyakarta yang bertemakan penguatan organisasi Muhammadiyah di lingkungan Cabang Tempel. Aisyiyah merupakan bagian dari Muhammadiyah.
Dosen HI UMY ini mengamati bahwa dengan dibangunnya jalan tol dan exit tol, maka diperlukan kawasan-kawasan UMKM yang terletak di luar jalan tol. “ Keberadaan exit tol ini merupakan peluang usaha dan bisnis bagi PCA Tempel”.
Sebagai Lembaga yang mempunyai bidang garap di wilayah Tempel, kini PCA Tempel melalui Majelis Ekonominya, mempunyai kesempatan untuk memanfaatkan kebijakan pemerintah untuk membangun Jalan Tol Bawen – Yogyakarta.
Karakter pengguna jalan tol yang memerlukan rest area karena menempuh perjalanan jauh ataupun pengguna jalan tol yang bertujuan wisata yang menyukai wilayah-wilayah yang mempunyai keunikan dan kekhasan daerah merupakan celah potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang bisnis ataupun menumbuhkan dan meningkatkan berbagai bentuk perekonomian lokal.
Di area Tempel terdapat exit tol yang diperkirakan akan banyak masyarakat pengguna jalan yang ingin beristirahat dan mencari kebutuhan seperti makanan, minuman, atau barang lain yang dibutuhkan. Artinya, ini berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi usaha kecil dan menengah (UMKM) lokal, seperti peningkatan akses pasar dan distribusi barang.
Panitian Pelaksana kegiatan Abdimas UMY, Sugeng Riyanto, menambahkan bahwa “kegiatan Abdimas di merupakan bagian dari Skema khusus untuk penguatan Cabang dan Ranting Muhammadiyah”.
Menurutnya, terdapat 10 dosen UMY yang melakukan pengabdian di Muhammadiyah Cabang Tempel, sesuai dengan bidang mereka masing masing. Dalam acara ini diserahkan pula hibah untuk mitra yaitu PCA Tempel berupa modal untuk pembelian bibit indukan ternak domba untuk dapat dikembangbiakkan, sehingga pada akhirnya menjadi salah satu sumber usaha dan pendapatan bagi pendanaan kegiatan yang dilakukan PCA Tempel.
Aisyiyah Tempel Perlu Optimalkan Peluang Bisnis Exit Tol
- Advertisement -
