30 C
Jakarta

Baitul Arqam Ramadan Perkuat Konsolidasi Karyawan Khairul Ummah

Baca Juga:

BOGOR, MENARA62.COM — Koperasi Syariah Khairu Ummah menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam bagi karyawan pada 7–8 Maret 2026 sebagai momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meneguhkan budaya kerja berbasis nilai-nilai syariah dan ideologi Muhammadiyah.

Kegiatan yang berlangsung pada bulan Ramadan ini diikuti oleh seluruh karyawan dari berbagai unit dan cabang. Selain sebagai agenda pembinaan rutin, Baitul Arqam juga menjadi ruang strategis untuk menyatukan arah gerak organisasi setelah berbagai langkah transformasi yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

Ketua Pengurus Koperasi Syariah Khairu Ummah, Pepi Januar Pelita, menjelaskan bahwa perubahan organisasi tidak hanya berkaitan dengan sistem dan struktur, tetapi juga memerlukan penyelarasan kesadaran kolektif seluruh karyawan.

“Perubahan struktur bisa berjalan cepat, tetapi perubahan kesadaran memerlukan proses konsolidasi yang serius. Karena itu, Baitul Arqam ini menjadi ruang untuk menyatukan kembali visi, nilai, dan arah kerja seluruh karyawan,” ujarnya.

Pepi yang juga dosen di Universitas Muhammadiyah Bogor Raya itu menambahkan bahwa koperasi ingin mendorong perubahan paradigma kerja karyawan. Mereka tidak hanya menjalankan rutinitas administratif, tetapi juga bekerja dengan kesadaran sebagai amanah dan bagian dari ibadah profesional.

Momentum Konsolidasi Organisasi

Baitul Arqam tahun ini mengangkat tema “Momentum Ramadan sebagai Penguatan Konsolidasi: Satu Arah, Satu Standar, Satu Ekosistem.” Tema tersebut menegaskan pentingnya keselarasan visi, standar layanan, serta budaya kerja di seluruh unit dalam ekosistem Koperasi Syariah Khairu Ummah.

Ramadan dipilih sebagai waktu pelaksanaan karena dianggap sebagai momentum yang tepat untuk melakukan refleksi spiritual sekaligus memperkuat integritas dalam bekerja.

Melalui kegiatan ini, koperasi menekankan empat fokus utama, yakni peneguhan identitas koperasi sebagai amal usaha Muhammadiyah, penyatuan budaya kerja lintas unit, penguatan disiplin terhadap standar operasional prosedur (SOP), serta penyusunan rencana aksi yang dapat diterapkan di setiap unit kerja.

Integrasi Ideologi dan Profesionalisme

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai sesi materi yang mengintegrasikan aspek ideologis dan profesional dalam pengelolaan koperasi syariah.

Materi yang disampaikan meliputi implementasi nilai tauhid Muhammadiyah dalam ekosistem Khairu Ummah, penguatan integritas dan amanah kerja, pembangunan budaya kerja pasca transformasi organisasi, serta kepatuhan terhadap SOP dan prinsip syariah dalam operasional koperasi.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi diskusi kelompok, studi kasus, hingga penyusunan rencana aksi sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing unit kerja.

Metode Pembelajaran Partisipatif

Berbeda dari pelatihan konvensional yang bersifat satu arah, Baitul Arqam ini menggunakan pendekatan pembelajaran partisipatif dengan metode microlearning. Materi disampaikan dalam segmen-segmen singkat yang dilanjutkan dengan diskusi kelompok dan sesi tanya jawab.

Pendekatan tersebut dirancang agar kegiatan tetap efektif meskipun dilaksanakan pada bulan Ramadan saat peserta menjalankan ibadah puasa.

Dengan metode ini, peserta tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan tantangan kerja yang dihadapi sehari-hari.

Komitmen Penguatan Budaya Kerja

Untuk memastikan efektivitas kegiatan, panitia juga menerapkan mekanisme evaluasi melalui pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pemahaman peserta.

Selain itu, para peserta diminta menyampaikan refleksi terkait perubahan konkret yang akan dilakukan dalam pekerjaan setelah mengikuti kegiatan Baitul Arqam.

Di akhir kegiatan, seluruh karyawan meneguhkan komitmen bersama untuk menjalankan nilai-nilai amanah, profesionalisme, serta kepatuhan terhadap prinsip syariah dalam setiap aktivitas kerja.

Manajemen berharap Baitul Arqam ini mampu memperkuat integritas organisasi sekaligus membangun budaya kerja yang disiplin, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan terbaik bagi anggota.

Melalui konsolidasi sumber daya manusia yang kuat, Koperasi Syariah Khairu Ummah optimistis dapat terus berkembang sebagai lembaga ekonomi umat yang profesional, amanah, dan berkelanjutan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!