Sleman_Menara62.Com. Memanfaatkan liburan nasional, 3 April 26, belum lama. PCM Sleman menggelar acara Syawalan bersama. Bertempat di Masjid Nurul Alamin Majegan Pandowoharjo Sleman. Dengan menghadirkan nara sumber Drs. Arif Jumali Muis, MPd. Sekretaris PWM Muhammadiyah, sekaligus sebagai Staf Khusus Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sebagai orang “pusat” tentu untuk mencari waktu yang luang tidak mudah. Maka lewat lobi ketua PCM Sleman, Prof H Zahrul Muhrodi, ST, MT – Ustadz Arif bisa didatangkan. “WA Prof Zahrul, besok Jumat tanggal merah lho Ustadz Arif. Semoga bisa hadir di Sleman,” seloroh Ustadz Arif. Mengawali hikmah Syawwalan yang dihadiri ribuan warga Muhammadiyah. Dari Pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah Cabang Sleman dan ortomnya. Hingga AUM, Kepala Sekolah, Guru dan Karyawan dari PAUD, TK ABA hingga SMA/SMK dan simpatisan Muhammadiyah.
Dalam kajiannya Ust Arif lebih banyak dengan cerita. Pengalaman hidupnya yang kaya hikmah. Misalnya waktu kuliah dulu di Yogya, Ust Arif yang asli Sumatra menceritakan, jika istirahat bersama teman-temannya jajan di kantin sekolah. Ia mendapati temannya makan gorengan ( baca : bahwan ) 5 buah, mengaku 2. Curang 3. Simbahnya penjual gorengan ketika lain kali disampaikan peristiwa itu, dengan tenangnya mengatakan : “Tidak apa-apa, mas Gusti Allah tidak tidur ( jw: mboten sare ).” tanpa beban. Ikhlas.
Itu kalau kejadian di daerahnya, kata Ust Arif, bisa bertengkar hebat.
Benar. Allah tidak tidur. Selang 10 atau 15 tahun berlalu. Ust Arif sudah lupa. Temannya satu saat menghubunginya,
“Rif, masih di Yogya?”
“Masih,”
“Aku mau bayar utang gorengan 3 dulu, waktu kuliah,”
“Wah, orangnya mungkin sudah meninggal tho,”
“Pokoknya tolong cari keluarga dan ahli warisnya, berapa harga gorengan 3 itu, saya akan bayar,”
singkat cerita. Ketemu keluarganya. tetapi tidak minta diganti. Misalnya harus ganti, dicarikan masjid atau pondok saja, sebagai infak almarhumah. Simbahnya yg dulu jualan. Ustadz Arif setengah ngawur mengatakan berapa harga gorengan 3 ? beliau menjawab 3 juta dan diturut, oleh temannya itu, maka dalam sejarah ust Arif mengatakan, ini adalah gorengan termahal yang pernah aku temui.
Balada Gorengan Termahal, Ust Arief Jumali Muis
- Advertisement -


