SOLO, MENARA62.COM – Keberuntungan datang tak terduga bagi Tri Astuti, warga Ngentak, Sumberadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Berawal dari sebuah balon yang tersangkut di rumpun bambu, ia berhasil membawa pulang uang tunai Rp2,5 juta dari hadiah Jalan Sehat Hari Jadi ke-68 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/.
Tri Astuti datang langsung ke kampus UMS untuk pertama kalinya pada Ahad (1/11/2026), guna menukarkan voucher hadiah yang ditemukan dari balon tersebut. Hadiah diserahkan setelah ia menghubungi panitia dan melakukan proses penukaran di Gedung Induk Siti Walidah UMS.
Kisah keberuntungan itu bermula ketika sebuah balon jatuh di area kebun bambu dekat tempat tinggalnya. Awalnya, tetangga Tri Astuti yang melihat balon tersebut mengira benda itu hanya balon biasa. Mereka kemudian berusaha mengambilnya hingga berhasil menurunkannya menggunakan bantuan sebatang bambu.
Tak disangka, balon tersebut ternyata berisi voucher hadiah dari kegiatan jalan sehat UMS. Setelah mengetahui adanya hadiah, Tri Astuti kemudian berinisiatif menghubungi panitia untuk memastikan dan menukarkan voucher tersebut.
“Perasaannya senang. Cuma, yang menemukan pertama kali bukan saya sendiri, tetapi tetangga. Awalnya mereka mengira hanya balon biasa. Tidak tahu kalau ada vouchernya. Setelah diberi tahu bahwa memang ada hadiahnya, akhirnya saya mengambilnya ke UMS,” ungkap Tri Astuti saat ditemui di Gedung Induk Siti Walidah UMS.
Rasa bahagia Tri Astuti semakin lengkap setelah memastikan uang tunai Rp2,5 juta telah diterimanya secara langsung.
“Alhamdulillah, uangnya sudah saya terima. Tidak menyangka bisa mendapatkan rezeki seperti ini,” tuturnya.
Hadiah untuk Kebutuhan Sehari-hari dan Berbagi
Tri Astuti mengungkapkan, uang hadiah tersebut rencananya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Beberapa di antaranya untuk membeli susu dan bahan makanan.
Menariknya, ia juga berencana menyisihkan sebagian uang hadiah untuk dibagikan kepada tetangga yang ikut membantu menemukan dan mengambil balon tersebut.
“Nanti buat beli susu, buat beli makanan. Sisanya juga akan dibagi-bagi sedikit dengan tetangga, karena mendapatkannya bersama,” jelasnya.
Pengalaman tersebut menjadi semakin berkesan karena Tri Astuti mengaku baru pertama kali mengunjungi kampus UMS. Sebelum berangkat ke Surakarta, ia terlebih dahulu mencari lokasi kampus melalui Google Maps untuk mengetahui rute menuju lokasi penyelenggaraan jalan sehat di kawasan Kantin Tepi Danau UMS.
Meski baru pertama kali menginjakkan kaki di lingkungan kampus UMS, Tri Astuti turut menyampaikan harapannya bagi perguruan tinggi Muhammadiyah tersebut yang kini memasuki usia ke-68 tahun.
“Semoga kampus UMS semakin jaya dan semakin sukses. Mahasiswanya juga semoga bisa menjadi seperti yang diinginkan dan cita-citanya tercapai,” harapnya.
Kisah Tri Astuti menjadi salah satu cerita menarik di balik Jalan Sehat Milad ke-68 UMS. Kegiatan yang melibatkan sivitas akademika dan masyarakat tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga dan silaturahmi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan melalui berbagai hadiah yang disediakan panitia.
Bagi Tri Astuti, sebuah balon yang semula dianggap benda biasa justru menjadi jalan datangnya rezeki tak terduga. Dari rumpun bambu di lingkungan tempat tinggalnya, ia akhirnya membawa pulang hadiah Rp2,5 juta sekaligus pengalaman pertama mengunjungi kampus UMS. (*)

