30 C
Jakarta

Beni Pramula Serukan Pemuda Muslim Perekat Dunia

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Dewan Pembina OIC Youth Indonesia, Beni Pramula, menyerukan agar pemuda Muslim mengambil peran strategis sebagai perekat di tengah dunia yang kian terfragmentasi akibat konflik dan ketegangan geopolitik global.

Seruan tersebut disampaikan dalam orasi kebudayaan pada acara Iftar Gathering bertajuk Strengthening Connectivity and Values-Based Smart Power for Tolerance and Harmony in the Islamic World yang digelar di Aula Lantai Dasar Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Kedutaan Besar Republik Azerbaijan untuk Republik Indonesia, OIC Youth Indonesia, dan Lembaga Dakwah Komunitas PP Muhammadiyah. Hadir dalam forum tersebut Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia Ramil Rzayev, Ketua LDK PP Muhammadiyah Muchamad Arifin, serta Presiden OIC Youth Indonesia Astrid Nadya Rizqita.

Dunia Hadapi Krisis Kemanusiaan

Dalam pidatonya bertajuk Harmony Amidst the Fragments: The Youth as the Architect of Peace, Beni menilai dunia sedang menghadapi krisis kemanusiaan yang serius akibat peperangan dan konflik lintas kawasan.

“Kita melihat peta dunia yang sedang berdarah—tercabik oleh tembok kebencian dan api peperangan. Dari tragedi di Gaza, Iran, Israel, Amerika Serikat hingga ketegangan di berbagai perbatasan, dunia sedang menangis meminta tangan yang menyembuhkan,” ujarnya di hadapan para diplomat dan aktivis pemuda negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Menurutnya, pemuda Muslim tidak boleh larut dalam polarisasi global. Sebaliknya, mereka harus menjadi “perekat” yang menyatukan kembali nilai-nilai kemanusiaan yang terpecah.

Smart Power Berbasis Nilai

Beni memperkenalkan konsep Values-Based Smart Power sebagai pendekatan strategis berbasis karakter, dialog, dan nilai moderasi. Konsep tersebut dinilai relevan untuk membangun diplomasi damai di tengah eskalasi konflik global.

“Di dunia yang bising dengan genderang perang, pemuda harus menjadi pihak yang berbicara dalam bahasa harmoni. Kita bukan sekadar pemimpin masa depan, tetapi petugas tanggap darurat bagi perdamaian hari ini,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi hubungan diplomatik Indonesia dan Azerbaijan yang dinilai semakin erat. Beni mendorong OIC Youth Indonesia untuk terus mengoptimalkan diplomasi intelektual dan jejaring internasional dalam menyuarakan keadilan dan kemanusiaan.

Komitmen Perkuat Konektivitas Pemuda

Acara yang digelar dalam rangka Ramadan 1447 Hijriah tersebut ditutup dengan pesan simbolis tentang makna buka puasa bersama sebagai refleksi persaudaraan lintas bangsa.

Kegiatan diakhiri dengan komitmen bersama antara Kedutaan Azerbaijan, OIC Youth Indonesia, dan Muhammadiyah untuk memperkuat konektivitas pemuda dunia Islam melalui diplomasi smart power berbasis nilai demi terciptanya tatanan global yang lebih harmonis dan toleran. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!