26.8 C
Jakarta

Berkolaborasi dengan NEDO, Kemdiktisaintek Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Riset Berbasis Industri

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat riset berbasis industri lewat kolaborasi dengan lembaga nasional Jepang, New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO). Upaya tersebut diawali dengan Workshop yang melibatkan 150 perguruan tinggi di Indonesia baik negeri maupun swasta yang digelar di Jakarta pada Selasa (6/01/2026).

Dalam keterangannya, Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengatakan Pemerintah Jepang melalui NEDO menawarkan beberapa skema kerja sama penelitian. “Kerja sama penelitian yang ditawarkan adalah penelitian yang sifatnya penyiapan untuk industri, jadi disebutnya one step to industry,” kata Brian Yuliarto.

Skema penelitian yang dilakukan dalam kolaborasi ini jelas Brian, tidak terlalu fundamental. Penelitian lebih difokuskan yang mengarah ke industri . Danantara selaku pemangku kepentingan industri-industri BUMN yang ada di Indonesia dilibatkan dalam kolaborasi ini termasuk juga industri-industri Jepang.

Beberapa tema penelitian, telah disiapkan antara lain terkait pendirian industri-industri dasar seperti semikonduktor, silikon, sel surya, juga industri hilirisasi mineral.

“Kita akan menawarkan kepada teman-teman pendidikan tinggi dan profesor-profesor. Jepang juga akan memberikan beberapa profesornya dan juga industrinya kita akan libatkan,” ujarnya.

Diharapkan riset atau kajian yang akan berlangsung berfokus pada pembangunan industri maju di Indonesia dan bukan lagi yang sifatnya riset dasar. “Kita juga berharap 1-2 tahun mendatang segera berdiri industri-industri terkait yang dihasilkan melalui program ini,” terang Brian.

Wamendikti saintek Stella Christie menambahkan, NEDO merupakan badan yang dikhususkan oleh pemerintah Jepang untuk bisa menganalisis kebutuhan industri di enam sampai tujuh tahun ke depan dan apa ekosistem sains serta riset yang harus dibangun untuk memenuhi kehidupan. “Analisanya ini dilakukan di Indonesia, ini yang spesial. Jadi poin yang sangat spesial ini NEDO sekarang punya kantor di Jakarta, sehingga bisa mengkhususkan kolaborasi antara riset dan industri antara Indonesia dan Jepang yang terfokus. Tujuannya adalah mengangkat, menumbuhkan perekonomian Indonesia dengan industri berbasis teknologi dan sains,” tutur Stella.

Lebih lanjut Direktur Eksekutif NEDO Kikuo Kishimoto menyebutkan pihaknya dalam hal ini bukan hanya untuk mendukung keilmuan, tapi juga pengembangan industri seperti di Indonesia.

Menurutnya, dalam pengembangan industri, manusia perlu menyelesaikan masalah sosial seperti energi, lingkungan, dan juga kesejahteraan hidup.

“Jadi, R&D seharusnya berkontribusi ke arah tersebut. Jadi kami berpikir tentang perkembangan baru bersama Indonesia. Kami berharap bukan hanya melakukan R&D, tapi kita juga berpikir tentang masa depan, menciptakan dunia yang baik,” kata Kikuo Kishimoto.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!