29.6 C
Jakarta

Biaya Kuliah UMS Berbasis SKS Lebih Fleksibel

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan bahwa sistem pembiayaan kuliah berbasis Satuan Kredit Semester (SKS) telah lama diterapkan di lingkungan kampus. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Triyono, S.E., M.Si., selaku Direktur Direktorat Akademik dan Admisi (DAA) UMS.

 

Ia menegaskan bahwa UMS sistem pembiayaan berbasis jumlah SKS. Sistem ini dinilai memberikan fleksibilitas sekaligus efisiensi pembiayaan bagi mahasiswa.

 

“Seluruh beban studi mahasiswa, telah dikonversikan dalam bentuk SKS. Untuk jenjang sarjana, total beban studi umumnya mencapai 144 SKS dan dikalikan dengan tarif SKS sesuai masing-masing program studi,” ungkap Triyono saat wawancara Sabtu, (3/1)

 

Menurut Triyono, sistem SKS memberi keuntungan lebih besar bagi mahasiswa dengan kemampuan akademik yang baik dan berkomitmen menyelesaikan studi tepat waktu. Mahasiswa dapat menentukan jumlah SKS yang diambil per semester sesuai kesiapan akademik.

 

“Sistem SKS ini memberikan kelebihan bagi mahasiswa. Kalau kemampuan akademiknya bagus, mereka bisa lebih cepat menyelesaikan studi,” terangnya.

 

Pada semester akhir misalnya, jika mahasiswa hanya mengambil mata kuliah skripsi sebesar 6 SKS, maka biaya yang dibayarkan juga hanya sebesar 6 SKS. Hal ini memungkinkan mahasiswa menekan biaya studi secara signifikan.

 

Namun ia juga memberi catatan, kemudahan skema pembayaran kecil di semester akhir kadang membuat sebagian mahasiswa merasa lebih santai sehingga menyelesaikan studi lebih lama dari seharusnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Triyono menyampaikan perkembangan penerimaan mahasiswa baru UMS. Hingga 3 Januari 2026 pukul 12.38 WIB, jumlah pendaftar telah mencapai 3.711 orang.

 

Dari jumlah tersebut, 859 calon mahasiswa telah dinyatakan lolos seleksi dan 479 telah melakukan registrasi ulang. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

 

“Kalau dibandingkan dengan tahun kemarin pada tanggal yang sama, yang registrasi baru 247. Sekarang sudah 479, hampir dua kali lipat,” ungkapnya.

 

Ia juga menjelaskan program studi dengan peminat tertinggi saat ini masih didominasi oleh Fakultas Kedokteran, antara lain Kedokteran Gigi, Kedokteran Umum, Farmasi, Psikologi, dan Fisioterapi. Selain itu, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Teknik Informatika, dan Bisnis Digital juga menjadi program studi favorit.

 

Sementara program studi baru Artificial Intelligence (AI) mulai diminati pendaftar, meskipun penetapan biaya studinya masih dalam proses.

 

UMS membuka penerimaan mahasiswa baru mulai 1 November 2025 hingga 29 Agustus 2026. Sistem pendaftaran dilakukan tanpa gelombang sehingga berlangsung sepanjang tahun. Apabila kuota terpenuhi, pendaftaran akan ditutup lebih awal. Menyikapi dinamika tersebut, terakhir Triyono juga menegaskan bahwa kualitas calon mahasiswa tetap menjadi prioritas.

 

“Semakin hari passing grade-nya akan naik. Jadi kualitas calon mahasiswa akan tetap terjaga,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!