23.1 C
Jakarta

Biologi UMS Gelar Workshop Fermentasi Guru

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Workshop Series Bioteknologi yang mengangkat tema “Pembuatan kombucha dan tepache” sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus penguatan pembelajaran bioteknologi terapan bagi guru SMP dan SMA, yang diselenggarakan pada, Sabtu (10/1) bertempat di Laboratorium Biologi FKIP.

 

Kegiatan ini diselenggarakan oleh tim dosen Pendidikan Biologi UMS dan dilaksanakan sebagai rangkaian workshop yang berlangsung sejak November hingga Maret. Workshop kali ini merupakan seri ketiga setelah sebelumnya membahas ekstraksi DNA dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran biologi. Kegiatan berlangsung dengan melibatkan dosen bidang bioteknologi, mikrobiologi, dan pedagogi.

 

Koordinator kegiatan, Dwi Setyo Astuti, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa workshop series ini dirancang untuk memfasilitasi dosen dalam melaksanakan pengabdian masyarakat secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kompetensi guru di bidang bioteknologi.

 

“Tujuan diselenggarakannya workshop series ini yang adalah mengakomodir bapak ibu dosen untuk melakukan pengabdian masyarakat secara berkala. Sasaran kegiatan ini adalah bapak ibu guru biologi SMA dan guru IPA SMP,” jelasnya Senin (12/1).

 

Ia menambahkan bahwa tema kombucha dan tepache dipilih karena sesuai dengan materi bioteknologi yang diajarkan di sekolah, namun selama ini belum banyak dipraktikkan secara langsung oleh guru dan siswa.

 

“Bioteknologi terapan itu sangat bisa dipraktikumkan. Tapi banyak guru yang belum memiliki pengalaman melakukan praktik pembuatan kombucha dan tepache, sehingga kami memfasilitasi itu agar bisa ditularkan kembali di sekolah masing-masing,” ujarnya.

 

Sementara itu, Prof. Dr. Ambarwati, M.Si, S.Pd. selaku narasumber menjelaskan bahwa kombucha dan tepache merupakan minuman hasil fermentasi yang mudah dibuat dan sangat relevan untuk pembelajaran IPA dan biologi di sekolah.

 

“Ini dirancang agar guru-guru SMA dan SMP bisa menerapkan teknologi pemanfaatan mikroorganisme dalam pembuatan minuman. Bahannya mudah didapat, murah, dan praktis sehingga bisa langsung dipraktikkan oleh siswa,” jelasnya.

 

Ambar juga menyebut bahwa minuman fermentasi seperti kombucha mengandung probiotik, vitamin C, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan serta memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk wirausaha.

 

“Minuman ini bisa dibuat sendiri, tidak perlu alat yang canggih, dan sangat mungkin dikembangkan untuk usaha karena banyak orang menyukai minuman probiotik,” tambahnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Dra. Titik Suryani, M.Sc., selaku pengembang produk tepache menjelaskan bahwa tepache merupakan minuman probiotik hasil fermentasi nanas yang memiliki banyak manfaat kesehatan.

 

“Tepache itu minuman probiotik yang bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh, memperbaiki sistem pencernaan, serta mengandung antioksidan dan vitamin C,” jelasnya.

 

Ia menambahkan bahwa proses fermentasi tepache hanya membutuhkan waktu dua hingga tiga hari agar kadar alkohol tetap rendah dan aman dikonsumsi.

 

“Hasil riset menunjukkan kadar alkoholnya hanya 0,5 persen, sehingga insyaallah halal dan aman,” katanya.

 

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Salah satu guru peserta, Mujiati dari SMA 6 Surakarta menyebut bahwa workshop ini sangat membantu pembelajaran dan membuka peluang kewirausahaan bagi siswa.

 

“Ini sangat luar biasa untuk pembelajaran ke depan. Tidak hanya akademik, tapi juga bisa mengembangkan keterampilan dan jiwa entrepreneur siswa,” ujarnya.

 

Melalui workshop ini, lanjutnya, Pendidikan Biologi UMS berharap guru-guru dapat menerapkan praktik bioteknologi terapan di sekolah, sehingga siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dan kreatif di bidang sains dan kewirausahaan. (*)

Previous article
- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!