JAKARTA, MENARA62.COM — Perum BULOG menegaskan peran strategisnya sebagai instrumen negara dalam mengawal keberhasilan swasembada pangan nasional tahun 2025. Sebagai stabilisator pangan sekaligus offtaker utama hasil panen petani, BULOG berhasil memecahkan rekor penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) sebanyak 4.537.490 ton yang merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah, kemudian ditambah 6.863 ton Gabah Kering Giling (GKG), serta 765.504 ton beras sehingga total pengadaan setara beras tahun 2025 mencapai 3.191.969 ton.
Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kehadiran aktif BULOG di lapangan. “Kami turun langsung ke petani untuk memastikan gabah terserap dengan harga sesuai ketentuan pemerintah. Ini bukan sekadar angka, tetapi bentuk nyata keberpihakan negara kepada petani dan fondasi penting menuju swasembada pangan,” tegas Rizal dalam keterangannya, Jumat (9/1/26).
Dalam konteks tersebut, BULOG hadir aktif menyerap hasil panen petani dengan harga sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang berpihak pada kesejahteraan petani. Selain menjalankan fungsi pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), BULOG juga menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasar agar tetap kondusif, baik bagi petani sebagai produsen maupun masyarakat sebagai konsumen.
Selanjutnya Dirut BULOG juga menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh ekosistem pangan nasional. “Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi lintas sektor yang terus diperkuat BULOG bersama pemerintah pusat dan daerah, petani, serta para pemangku kepentingan lainnya. BULOG juga aktif membangun kolaborasi dengan BUMN dalam satu ekosistem pangan nasional yang terintegrasi,” ujarnya
Selain itu, BULOG juga mengembangkan kolaborasi strategis dengan TNI dan Polri, khususnya dalam pemanfaatan fasilitas pergudangan untuk menjamin keamanan, ketersediaan, dan kelancaran pengelolaan stok pangan nasional. Atas kontribusi tersebut, peran BULOG dalam keberhasilan swasembada pangan 2025 mendapat apresiasi langsung dari Presiden Republik Indonesia, sekaligus memperkuat komitmen BULOG dalam menjaga stabilitas pangan nasional secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.(*)

