JAKARTA, MENARA62.COM – Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. Amirsyah Tambunan, CWC, ASPM, menyampaikan tahniah dan apresiasi atas perkembangan serta prestasi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang dinilai menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan pendayagunaan wakaf untuk membangun pendidikan dan peradaban.
Sebagai salah satu alumni UMSU, Amirsyah mengungkapkan bahwa perjalanan panjang UMSU tidak dapat dilepaskan dari peran wakaf. Ia menuturkan, UMSU pada awal perkembangannya berdiri di atas tanah wakaf di Jalan Gedung Arca, Medan. Dari titik awal tersebut, UMSU terus berkembang hingga mampu memiliki dan mengembangkan kampus utama di Jalan Kapten Mukhtar Basri No. 3, Medan.
Menurut Amirsyah, perjalanan UMSU menunjukkan bahwa wakaf tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga dapat menjadi instrumen strategis dalam membangun sumber daya manusia, pendidikan tinggi, serta kemajuan umat dan bangsa.
“UMSU adalah salah satu contoh nyata bagaimana wakaf yang dikelola dan dikembangkan secara baik dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Dari tanah wakaf, kemudian tumbuh menjadi lembaga pendidikan tinggi yang melahirkan generasi dan alumni yang berkiprah di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Amirsyah.
Ia mengisahkan, saat dirinya menempuh pendidikan di UMSU pada 1983 hingga menyelesaikan pendidikan Sarjana Muda pada 1986, perkembangan kampus tersebut terus menunjukkan kemajuan. Perjalanan UMSU ditandai dengan proses konsolidasi kelembagaan dan pengembangan fisik serta akademik yang dilakukan secara berkelanjutan dari satu periode kepemimpinan ke periode berikutnya.
Amirsyah menilai, capaian UMSU saat ini merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan komitmen para pimpinan, sivitas akademika, Persyarikatan Muhammadiyah, alumni, serta masyarakat.
“Pengelolaan wakaf yang amanah dan produktif harus terus dikembangkan. Wakaf bukan hanya untuk kepentingan masa lalu, tetapi harus menjadi investasi peradaban untuk masa depan,” tegasnya.
Ia berharap UMSU dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan memperkuat reputasinya di tingkat internasional. Menurutnya, cita-cita menuju world-class university harus dibarengi dengan penguatan riset, inovasi, digitalisasi, serta internasionalisasi.
“UMSU harus terus memperkuat riset, inovasi, dan internasionalisasi agar mampu melahirkan alumni yang berkiprah secara nasional dan global. Kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dunia menjadi penting untuk memperluas dampak UMSU bagi kemajuan peradaban,” katanya.
Amirsyah juga menekankan pentingnya memperluas model pendanaan pendidikan melalui pengembangan wakaf produktif. Menurutnya, perguruan tinggi swasta perlu memiliki sumber daya yang kuat dan berkelanjutan agar mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat.
“Ke depan, wakaf produktif dapat menjadi salah satu kekuatan strategis dalam menopang kemandirian dan keberlanjutan perguruan tinggi. Karena itu, pengelolaan aset wakaf harus dilakukan secara profesional, transparan, produktif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat,” ujarnya.
Amirsyah turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan UMSU di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Akrim, M.Pd., bersama para wakil rektor dan seluruh sivitas akademika yang terus mendorong kemajuan universitas.
Ia juga mengapresiasi kiprah para alumni UMSU yang telah berkontribusi di berbagai bidang, baik di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, keberhasilan alumni merupakan bagian dari indikator keberhasilan sebuah perguruan tinggi dalam menjalankan misi pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.


