KLATEN, MENARA62.COM – Hari kedua pelaksanaan Darul Arqam Pimpinan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang dilaksanakan di di MTs Muhammadiyah Program Khusus Bayat, Klaten berfokus pada penguatan tema Memajukan Risalah Islam Berkemajuan, Manhaj Tarjih Muhammadiyah dan Fiqih Prioritas. Tema ini merupakan bagian dari materi baku yang telah ditetapkan oleh Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Wakil Rektor III UMS Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Pengkaderan, dan Alumni, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., menjelaskan bahwa Risalah Islam Berkemajuan dan Manhaj Tarjih merupakan instrumen penting dalam sosialisasi serta internalisasi keputusan-keputusan resmi Muhammadiyah. Karena itu, seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), termasuk perguruan tinggi, memiliki kewajiban untuk memahami, menjaga, sekaligus mengimplementasikan kebijakan dan nilai-nilai Persyarikatan melalui berbagai forum dan kegiatan, tidak terbatas pada Darul Arqam semata.
“Semuanya, seluruh warga Muhammadiyah, wajib memahami, mempelajari, menginternalisasi, dan mengimplementasikan keputusan Persyarikatan. Bentuknya bisa melalui kegiatan seperti ini, bisa juga lewat pengajian bulanan atau kajian mingguan,” jelasnya.
Jinan menambahkan bahwa Darul Arqam Pimpinan UMS dirancang sebagai bagian dari program universitas untuk memperkuat konsolidasi ideologi di lingkungan pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan. Konsolidasi ideologi tersebut diharapkan mampu menguatkan gerakan sivitas akademika secara menyeluruh.
“Kita berharap dengan kegiatan ini ideologi di kalangan pimpinan UMS dan dosen semakin terkonsolidasi, sehingga bisa menguatkan gerakan seluruh sivitas akademika di UMS,” katanya.
Penguatan ideologi tersebut juga mendapat penegasan dari Badan Pembina Harian (BPH) UMS, Marpuji Ali. Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen kampus dalam memajukan UMS dengan semangat kebersamaan.
“Bapak-bapak dan ibu-ibu yang mengikuti kegiatan ini juga harus tetap membawa semangat yang sama untuk melengkapi upaya pemajuan Universitas Muhammadiyah Surakarta,” ujarnya.
Ia menambahkan, nilai-nilai yang diperoleh dalam Darul Arqam diharapkan tidak berhenti pada tataran pemahaman, tetapi menjadi bahan refleksi bersama untuk perbaikan institusi ke depan.
Penguatan ideologi tersebut kemudian dipertegas melalui pemaparan Dr. H. Agung Danarto, M.Ag., Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah bidang Organisasi, Ideologi, Kaderisasi, dan Pembinaan Angkatan Muda Muhammadiyah. Dalam materinya, Agung mengapresiasi UMS yang dinilai mampu menyelenggarakan Darul Arqam secara substantif sebagai ruang pembinaan ideologi pimpinan.
Dalam pemaparannya, Agung Danarto menjelaskan bahwa Risalah Islam Berkemajuan merupakan produk Muktamar Muhammadiyah di Surakarta yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Namun, pokok-pokok pikiran Islam Berkemajuan sejatinya telah hadir sejak awal berdirinya Muhammadiyah.
Ia menegaskan bahwa salah satu inti keyakinan dalam Islam Berkemajuan adalah pandangan Muhammadiyah bahwa Islam merupakan agama yang menjadi kekuatan pendorong bagi kemajuan manusia. Keyakinan inilah yang secara ideologis menjadi pembeda Muhammadiyah dengan gerakan Islam lainnya.
“Risalah Islam Berkemajuan memang merupakan produk Muktamar Muhammadiyah di Surakarta yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Namun, pokok-pokok pikirannya telah ada sejak awal berdirinya Muhammadiyah. Salah satu keyakinan dasarnya adalah bahwa Islam merupakan agama yang menjadi kekuatan pendorong bagi kemajuan manusia,” ujar Agung Danarto dalam pemaparannya.
Setelah penyampaian materi, rangkaian kegiatan Darul Arqam Pimpinan UMS dilanjutkan dengan diskusi kelompok. Forum ini menjadi ruang bagi peserta untuk mendalami materi, bertukar pandangan, serta membahas implementasi Risalah Islam Berkemajuan dan Manhaj Tarjih dalam kepemimpinan dan kehidupan kampus.
Melalui rangkaian kegiatan hari kedua tersebut, UMS meneguhkan komitmen untuk menjadikan penguatan ideologi Muhammadiyah sebagai fondasi kepemimpinan dan pengelolaan kampus, sejalan dengan semangat One UMS, One Muhammadiyah. (*)
