JAKARTA, MENARA62.COM – Dalam rangka meningkatkan budaya literasi masyarakat serta mendukung Gerakan Literasi Nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), kembali menyelenggarakan program Mudik Asyik Baca Buku (MABB) 2026. Program ini bertujuan memberikan alternatif kegiatan edukatif bagi para pemudik, khususnya anak-anak usia sekolah, selama perjalanan mudik Lebaran.
Kegiatan Mudik Asyik Baca Buku 2026 dilaksanakan pada Senin–Selasa, 16–17 Maret 2026, pukul 09.00–15.00 WIB, di sejumlah titik keberangkatan mudik yang tersebar di dua provinsi, yakni Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Banten. Pada tahun ini, cakupan lokasi kegiatan diperluas menjadi sembilan titik, yaitu Stasiun Pasar Senen, Stasiun Gambir, Terminal Kalideres, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulo Gebang, Bandara Halim Perdanakusuma, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Merak (Banten), serta Terminal Pakupatan di Serang, Banten.
Kegiatan Mudik Asyik Baca Buku 2026 dibuka resmi oleh Mendikdasmen Abdul Mu’ti di stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat pada Senin (16/3/2026). Melalui kegiatan ini, Badan Bahasa menyediakan 24.000 buku bacaan bermutu secara gratis bagi para pemudik, khususnya anak-anak.
Setiap lokasi kegiatan akan memperoleh alokasi sekitar 2.600 eksemplar buku yang dapat dibaca di tempat maupun dibawa pulang oleh anak-anak yang berpartisipasi dalam kegiatan literasi. Buku-buku yang disediakan merupakan bacaan anak yang menarik dan edukatif.
Kehadiran buku-buku tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif hiburan yang bermanfaat bagi anak-anak selama perjalanan mudik. Pengalaman membaca dalam suasana perjalanan yang menyenangkan diharapkan mampu menumbuhkan minat baca serta memperkenalkan kebiasaan literasi sejak usia dini.
Selain pembagian buku gratis, kegiatan Mudik Asyik Baca Buku 2026 juga menghadirkan berbagai aktivitas literasi yang edukatif dan menyenangkan. Kegiatan tersebut antara lain pojok baca, membaca nyaring, kegiatan mengulas buku, mendongeng, mewarnai, permainan edukatif, serta berbagai atraksi komunitas literasi. Interaksi literasi juga akan dipandu oleh Duta Bahasa dan relawan literasi yang akan mengajak anak-anak untuk terlibat dalam kegiatan membaca secara menyenangkan. Program ini menargetkan pemudik anak-anak dan keluarga sebagai sasaran utama.
Upaya Kenalkan Sumber Pengetahuan
Dengan menghadirkan kegiatan literasi di ruang publik seperti stasiun, terminal, bandara, dan pelabuhan, diharapkan masyarakat dapat mengakses bahan bacaan berkualitas secara mudah dan gratis. Kehadiran pojok baca di lokasi-lokasi strategis tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan buku sebagai sumber pengetahuan sekaligus sarana hiburan yang positif bagi anak-anak. Penyelenggaraan kegiatan ini didukung oleh berbagai mitra kerja, antara lain Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Pusat Perbukuan, serta sejumlah penerbit buku seperti PT Macananjaya Cemerlang, Balai Pustaka, CV Bukit Mas, CV Aldeaz, Solo Murni, Sejahtera Printing, PT Gramedia Pustaka Utama, PT Temprina Media Grafika, PT ProVisi Mandiri Pratama, Asia Foundation, Yayasan Litara, dan Arya Duta.
Dukungan juga datang dari berbagai instansi dan pemangku kepentingan, seperti PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi I, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Unit Terminal Terpadu Pulo Gebang, Satuan Pelaksana Terminal Bus Kalideres, Unit Terminal Kampung Rambutan, Bandara Halim Perdanakusuma, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Merak, Terminal Pakupatan, serta komunitas pegiat literasi dan Ikatan Duta Bahasa Nasional.
Kolaborasi lintas sektor ini juga menunjukkan bahwa peningkatan budaya literasi merupakan tanggung jawab bersama. Melalui sinergi berbagai pihak, diharapkan kegiatan Mudik Asyik Baca Buku 2026 dapat memberikan pengalaman literasi yang menyenangkan bagi anak-anak serta memperkuat budaya membaca di tengah masyarakat. Melalui program ini, Badan Bahasa mengajak masyarakat untuk makin menyadari pentingnya literasi sejak usia dini. Diharapkan makin banyak keluarga yang menjadikan buku sebagai teman perjalanan yang bermanfaat dan menyenangkan selama mudik Lebaran. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan inklusif bagi seluruh masyarakat.

