30 C
Jakarta

Doktor PAI UMS ke-62 Raih Cumlaude, Angkat Smart School

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) https://www.ums.ac.id/program-studi/doktoral-pendidikan-agama-islam Universitas Muhammadiyah Surakarta https://www.ums.ac.id/ (UMS) mengukuhkan doktor ke-62 usai melewati sidang terbuka promosi doktor. Doktor baru dari PAI UMS adalah Muhammad Arif Wicagsono yang dibimbing oleh Promotor Prof. Dr. Waston , M.Hum., https://www.ums.ac.id/profile/waston dan Ko-Promotor Prof. Andri Nirwana. AN, S.TH, M.Ag, Ph.D https://www.ums.ac.id/profile/andri-nirwana-an . Arif berhasil meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94.

 

Dalam penelitiannya, ia mengkaji efektivitas penerapan manajemen sekolah berbasis digital serta pembelajaran berbasis Islamic Smart School dalam meningkatkan kemampuan critical thinking peserta didik. Penelitian tersebut dilakukan di SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta dan SMP Muhammadiyah Al-Kautsar PK.

 

Ia menjelaskan bahwa dunia pendidikan memiliki hubungan erat dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk pemanfaatan inovasi seperti Internet of Things, Artificial Intelligence, Big Data, dan robotic. Namun, pemanfaatan teknologi digital di Indonesia dinilai masih belum optimal.

 

“Hal tersebut menyebabkan Indonesia belum mampu bersaing dengan negara maju,” tegasnya, Rabu (8/4).

 

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti keterbatasan akses internet, tingginya penggunaan teknologi untuk game dan hiburan, kesenjangan sarana dan prasarana, serta rendahnya pemanfaatan e-learning.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen berbasis digital telah diterapkan di kedua sekolah dengan mencakup aspek kurikulum, sumber daya manusia, kesiswaan, keuangan, hubungan masyarakat, dan administrasi melalui pemanfaatan platform digital, CBT, serta sistem pengelolaan data berbasis teknologi.

 

“Sedangkan untuk pembelajaran berbasis Islamic Smart School dikembangkan melalui peningkatan literasi digital guru, penggunaan ruang kelas digital, integrasi TIK dalam mata pelajaran, serta dukungan tim IT sekolah sehingga pembelajaran menjadi lebih inovatif dan terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman,” jelasnya.

 

Selain itu, penerapan manajemen digital dan Islamic Smart School terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan critical thinking peserta didik, dengan kontribusi sebesar 64,5% di SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta dan 29,9% di SMP Muhammadiyah Al-Kautsar PK.

 

Sementara itu Ko-Promotor, Andri Nirwana berharap hasil penelitian tersebut dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih luas. Dengan gelar Doktor ini, ia berharap agar para doktor dapat menjadi model yang tampil di hadapan orang-orang sebagai uswatun hasanah, karena tujuan Pendidikan Agama Islam itu adalah akhlak itu sendiri.

 

“Maka ini kami harapkan juga dari Promovendus, juga doktor-doktor yang lain, supaya selalu membenahi dirilah, memperbaiki akhlak mengikuti sunnah Nabi kita Muhammad SAW,” pesannya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!