30 C
Jakarta

Dosen FAI UMS Raih Riset Terbaik WIEFC

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Muhamad Subhi Apriantoro, Lc., M.H., mempresentasikan hasil risetnya tentang persepsi publik terhadap perbankan syariah. Dengan riset tersebut, Subhi berhasil menyabet best paper dalam forum internasional World Islamic Economics and Finance Conference (WIEFC) 2026.

Riset Subhi bertajuk “Public Perception of Islamic Banking: A Social Network Analysis” tersebut ditulis bersama mahasiswanya, Eva Triyulianti. Karya ilmiah itu masuk dalam sesi teknis bertema Digitalization, Public Perception, and Equity Market Performance in Islamic Finance dan tercantum sebagai salah satu makalah terpilih dalam buku program konferensi.

Dalam penelitiannya, Subhi menggunakan pendekatan Social Network Analysis (SNA) untuk memetakan percakapan publik di media sosial terkait perbankan syariah di Indonesia. “Metode ini memungkinkan analisis hubungan antarakun, sentimen, hingga pola diskusi digital secara lebih terstruktur,” kata Subhi saat diwawancarai pada Senin (9/2/2026).

Hasil riset menunjukkan sentimen publik terhadap bank syariah bersifat fluktuatif dan sangat dipengaruhi isu aktual. Diskusi juga didominasi kelompok usia 25-34 tahun sebagai demografi paling aktif, serta ditemukan kesenjangan pemahaman antara laki-laki dan perempuan.

Selain itu, penelitian ini memetakan tema pembicaraan, hashtag populer, serta aktor kunci atau influencer yang berperan besar dalam membentuk opini publik tentang layanan keuangan syariah. Menurut Subhi, temuan tersebut bersifat tidak hanya deskriptif, tetapi juga diagnostik karena membantu mengidentifikasi persoalan literasi, tingkat kepercayaan, dan efektivitas strategi komunikasi perbankan syariah di ruang digital.

“Data percakapan media sosial bisa menjadi bahan evaluasi bagi bank syariah dan regulator untuk menyusun strategi komunikasi yang lebih tepat sasaran,” ujar dia. Subhi berharap riset ini dapat menjadi rujukan akademik dalam pengembangan kajian perbankan syariah berbasis data digital sekaligus memperluas penggunaan metode SNA dalam penelitian hukum dan ekonomi syariah.

Subhi juga menekankan pentingnya kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam penelitian. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam publikasi ilmiah dapat memperkuat budaya riset di perguruan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang ekonomi dan hukum Islam.

Konferensi WIEFC yang diikuti Subhi terselenggara di Minhaj University Lahore, Pakistan, 24-25 Januari 2026. Dihadiri para pakar ekonomi Islam dari berbagai negara.

Melalui temuan tersebut, dirinya berharap hasil penelitian tidak hanya berhenti sebagai luaran akademik, tetapi juga memberi dampak nyata bagi peningkatan literasi keuangan syariah dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan syariah. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!