30 C
Jakarta

Dosen UMS Ungkap Peluang dan Risiko AI

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat dinilai membawa manfaat besar, namun juga menyimpan berbagai resiko, khususnya terhadap keamanan data dan kemampuan berpikir manusia.

Dosen Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Aditya Nur Cahyo, S.Kom, M.Eng., akademisi bidang Keamanan Siber menjelaskan terkait peluang dan tantangan penggunaan AI di era digital terutama melalui Teknologi Large Language Model (LLM) yang mampu membantu berbagai aktivitas manusia.

Menurutnya, teknologi AI kini tidak hanya digunakan sebagai alat bantu, tetapi juga mampu bekerja layaknya manusia melalui sistem agen digital. “Sekarang AI bukan sekadar menjawab pertanyaan, tapi sudah bisa menjalankan perintah kompleks dan bekerja secara mandiri,” jelas Adit, Senin (9/2).

Ia mencontohkan kemunculan teknologi AI seperti Open Cloud dapat dikendalikan dari jarak jauh dan digunakan untuk aktivitas digital. Kondisi tersebut, membuat sebagian pengguna memilih menggunakan perangkat khusus demi menjaga keamanan data pribadi mereka.
Adit juga menegaskan bahwa kemampuan AI dalam meniru suara, wajah, dan gestur manusia semakin sulit dibedakan dari yang asli. Hal ini berpotensi dimanfaatkan untuk penipuan, manipulasi informasi, hingga kejahatan siber.
“Sekarang AI sudah bisa meniru suara dan wajah hampir sempurna. Ini sangat berbahaya kalau jatuh ke tangan yang salah,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa penggunaan AI yang berlebihan tanpa kontrol dapat berdampak pada menurunnya kemampuan berpikir kritis manusia. Namun demikian, ia menegaskan bahwa AI sejatinya diciptakan untuk membantu pekerjaan manusia, khususnya tugas-tugas repetitif dan administratif.
“AI seharusnya dimanfaatkan untuk brainstorming dan membantu pekerjaan yang kurang esensial, bukan menggantikan sepenuhnya peran manusia,” jelasnya.
Ia menilai bahwa penelitian mengenai perlindungan AI masih terus dikembangkan untuk memastikan teknologi ini tetap aman dan sesuai dengan batasannya. Ia menambahkan bahwa setiap pengembang dan institusi perlu mematuhi standar keamanan serta melakukan peninjauan berkala demi melindungi kepentingan publik .
Adit menegaskan komitmennya dalam mendorong pemanfaatan AI secara bijak dan bertanggung jawab. Edukasi literasi digital dinilai menjadi langkah penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, mampu menghadapi perkembangan teknologi tanpa mengabaikan aspek etika, keamanan, dan kemanusiaan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!