ACEH TIMUR, MENARA62.COM — Tim Emergency Medical Team (EMT) RS PKU Muhammadiyah Surakarta terus memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir di wilayah Pantee Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Hingga kini, kondisi daerah tersebut dilaporkan belum pulih sepenuhnya, baik dari sisi infrastruktur maupun pemenuhan kebutuhan dasar warga.
Dokter relawan EMT PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Hafizha Firdaus Al Fuady, mengatakan dampak bencana masih sangat dirasakan masyarakat. Akses menuju fasilitas kesehatan masih terbatas akibat kondisi jalan yang rusak, sementara jumlah tenaga kesehatan setempat berkurang karena sebagian berpindah ke kota.
“Akses masyarakat terhadap layanan kesehatan masih sangat terbatas. Kondisi jalan yang belum sepenuhnya baik menyulitkan warga untuk menjangkau fasilitas kesehatan. Selain itu, setelah banjir terjadi, banyak tenaga kesehatan yang pindah ke kota,” ujar dr. Hafizha dari lokasi tugasnya, Ahad (1/2).
Dalam situasi tersebut, kehadiran tim relawan kesehatan menjadi tumpuan utama warga. Tim EMT PKU Solo menggelar pelayanan kesehatan secara mobile, menjangkau desa-desa terdampak dan terisolasi seperti Dusun Blang Seunong, Pante Labu, Pelalu, serta sejumlah wilayah sekitar.
Tak hanya membuka pos layanan keliling, tim medis juga melakukan kunjungan rumah (home visit) kepada warga yang sakit dan harus menjalani tirah baring. Langkah ini dilakukan karena banyak pasien yang tidak memungkinkan datang langsung ke titik layanan kesehatan.
Permasalahan lain yang masih dihadapi warga adalah keterbatasan air bersih. Kondisi tersebut dinilai berisiko memperburuk kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
“Ketersediaan air bersih hingga saat ini masih sangat terbatas dan menjadi permasalahan serius yang berisiko memperburuk kondisi kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Tim EMT berharap berbagai pihak dapat memberikan perhatian lebih luas terhadap kondisi Aceh Timur pascabanjir. Pemulihan layanan kesehatan, perbaikan infrastruktur, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dinilai perlu dipercepat agar warga dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
Kehadiran relawan medis Muhammadiyah ini menjadi bagian dari upaya kemanusiaan berkelanjutan dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana. (*)

