30 C
Jakarta

Festival Ramadan Dongkrak UMKM dan Dakwah Masjid

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Kolaborasi antara Takmir Masjid Nurul Hidayah Semanggi dan PCPM Kota Bengawan sukses menggelar Festival Ramadan #3 tahun 2026 dengan beragam program yang menyentuh aspek ekonomi, dakwah, dan sosial kemasyarakatan.

Salah satu program unggulan adalah Pasar Sore Ramadan yang melibatkan lebih dari 70 pedagang kaki lima (PKL). Kegiatan ini terbukti mampu mendorong peningkatan pendapatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selama bulan suci.

Koordinator program, Muhammad Zainal Arifin, menyampaikan bahwa terdapat peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Terjadi kenaikan, baik dari jumlah peserta pedagang maupun pendapatan mereka,” ujarnya.

Menariknya, panitia tidak memberlakukan biaya sewa lapak. Sebagai gantinya, pedagang diajak berpartisipasi melalui konsep “tiket surga” berupa infak sukarela.

“Ada yang berinfak Rp5.000 hingga Rp20.000 per hari. Dana ini kami gunakan untuk kepentingan dakwah masjid dan persyarikatan Muhammadiyah,” jelasnya.

Para pedagang pun menyambut baik konsep tersebut. Irwan, salah satu pedagang, mengaku tidak merasa keberatan, bahkan merasakan manfaat langsung bagi ekonomi keluarganya.

“Justru senang, pasar sore ini membantu kebutuhan Lebaran dan menyambung hidup setelahnya,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan daya tarik pasar, panitia juga menggelar Dongeng Akbar yang melibatkan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di sekitar masjid. Kegiatan ini terbukti efektif mendatangkan pengunjung.

Ketua PCPM Kota Bengawan, Abah Chan, menjelaskan bahwa strategi tersebut sengaja dirancang untuk menggerakkan ekonomi pedagang.

“Setelah dongeng selesai, peserta langsung menuju pasar sore dan turut meramaikan serta berbelanja,” katanya.

Selain itu, kegiatan dongeng juga mengusung misi kemanusiaan dengan mengangkat tema kepedulian lingkungan dan sosial. Pada akhir acara, peserta diajak berdonasi untuk masyarakat di Aceh dan Palestina.

Tak hanya itu, panitia juga menghadirkan Kajian Jelang Berbuka yang disiarkan melalui pengeras suara luar masjid. Kajian ini diisi oleh para dai muda dari Korps Mubaligh Muda Muhammadiyah, sehingga dapat diikuti oleh pedagang maupun pengunjung pasar.

Panitia berharap Festival Ramadan ini menjadi bentuk dakwah yang menyentuh langsung masyarakat, khususnya dalam penguatan ekonomi berbasis UMKM di wilayah Mojo dan sekitarnya.

“Kami berharap kegiatan ini membawa keberkahan dan manfaat luas bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!