27.3 C
Jakarta

Gebyar Seni PGSD UMS Harmoni Tradisi Modern

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) menggelar Gebyar Seni PGSD 2025 selama dua hari, Sabtu–Ahad (27–28/12/2025). Kegiatan ini menjadi ajang apresiasi seni sekaligus ruang pengembangan kreativitas mahasiswa PGSD dalam bidang seni dan budaya sebagai bagian dari proses pembelajaran calon guru sekolah dasar.

 

Kaprodi PGSD FKIP UMS, Dr. Murfiah Dewi Wulandari, S.Psi., M.Psi., menyampaikan bahwa Gebyar Seni PGSD merupakan agenda rutin yang dirancang untuk menguatkan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam penguasaan seni dan budaya yang relevan dengan pembelajaran di sekolah dasar.

 

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga belajar bagaimana seni dapat menjadi media pembelajaran yang bermakna, kreatif, dan kontekstual bagi peserta didik sekolah dasar,” jelas Murfiah saat diwawancarai, Sabtu, (3/1).

 

Gebyar Seni PGSD 2025 dihadiri oleh tamu undangan dari Sekolah Dasar Muhammadiyah se-Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo, dosen PGSD FKIP UMS, perwakilan dekanat FKIP UMS, serta orang tua perwakilan mahasiswa.

 

“Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat dalam mendukung penguatan pendidikan seni dan budaya di jenjang sekolah dasar,” tambahnya.

 

Rangkaian kegiatan hari pertama diawali dengan prosesi pemotongan pita sebagai tanda resmi dibukanya Gebyar Seni PGSD 2025. Pada hari pertama, mahasiswa PGSD menampilkan beragam karya dan pertunjukan seni tradisional, di antaranya seni karawitan dengan tembang Jawa, seni tari daerah seperti Tari Cunduk Menur, Tari Merak, dan Tari Gugur Gunung, serta kegiatan seni rupa membatik. Setiap penampilan disajikan dengan penghayatan, kreativitas, dan nilai edukatif yang kuat.

 

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan seni musik modern yang dikolaborasikan dengan alat musik angklung. Kolaborasi tersebut menghadirkan harmoni antara unsur seni tradisional dan modern melalui pembawaan lagu nasional, lagu daerah, hingga lagu populer. Selain itu, turut ditampilkan Tari Gajah Melin sebagai bagian dari seni pertunjukan. Kegiatan hari kedua semakin semarak dengan pameran seni lukis dan seni rupa tiga dimensi (3D) hasil karya mahasiswa PGSD.

 

Menurut Murfiah, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PGSD FKIP UMS dalam membekali mahasiswa dengan kepekaan seni, kreativitas, serta kemampuan mengintegrasikan nilai-nilai budaya dalam proses pembelajaran. “Harapannya, mahasiswa PGSD mampu menjadi guru yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian seni dan budaya Nusantara,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!