30 C
Jakarta

Gelar Konsolnas 2026, Kemendikdasmen Perkuat Kolaborasi dan Koordinasi dengan Daera

Baca Juga:

DEPOK, MENARA62.COM – Untuk mewujudkan pembangunan pendidikan yang lebih terintegrasi, partisipatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelenggarakan Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026. Kegiatan ini merupakan wadah penting bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk menyamakan persepsi, membangun kerangka kerja bersama, serta memperkuat komitmen kolektif dalam meningkatkan mutu dan pemerataan layanan pendidikan di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno. Dalam sambutannya, Menko PMK menegaskan peran pendidikan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul, yang merupakan prioritas utama Presiden Republik Indonesia.

Menko PMK mengajak seluruh unsur pendidikan, mulai dari pemerintah daerah, kepala dinas, kepala sekolah, hingga guru, untuk mengambil peran aktif dan strategis. Pendidikan, menurutnya, tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan manusia Indonesia yang tangguh dalam menghadapi tantangan masa depan, termasuk disrupsi digital dan perubahan iklim.

“Kami ingin mengajak Bapak/Ibu, kepala dinas dan kepala sekolah, menjadi orkestrator untuk membangun SDM unggul. Sekolah harus menjadi media pembelajaran untuk membentuk manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga unggul, sehat secara fisik, mental, dan sosial, serta mampu menghadapi disrupsi digital dan perubahan iklim,” ujar Menko PMK Pratikno di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen, Depok, Senin (9/2).

Menutup sambutannya, Menko PMK menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pemangku kepentingan pendidikan serta mendorong penguatan kolaborasi ke depan.

“Terima kasih atas kerja keras Bapak dan Ibu sekalian. Selamat bekerja, selamat bersinergi. Kami selalu siap untuk berkomunikasi dan berjalan bersama dalam agenda besar membangun SDM unggul dan tangguh,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memaparkan berbagai capaian program prioritas Kemendikdasmen, di antaranya revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), penguatan pendidikan karakter, Wajib Belajar 13 Tahun, serta penguatan bahasa dan sastra Indonesia.

Mendikdasmen menegaskan Konsolnas ini menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama, melakukan percepatan, serta ekstensifikasi dan intensifikasi pelaksanaan program pendidikan, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia untuk melanjutkan dan memperkuat program-program prioritas yang telah berjalan sejak tahun 2025.

“Apa yang sudah kami lakukan akan terus kami tingkatkan. Sepanjang tahun 2025, berbagai program telah menunjukkan hasil dan mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat, khususnya dalam peningkatan sarana dan prasarana pendidikan,” ujar Mendikdasmen.

Lebih lanjut, Mendikdasmen juga menyoroti pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung pelaksanaan program prioritas Kemendikdasmen. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang selama ini telah berkontribusi aktif.

“Dalam pelaksanaan program, kami bekerja sama dengan banyak lembaga, baik di dalam maupun di luar negeri. Atas kerja sama yang telah terbangun, kami menyampaikan terima kasih. Semoga sinergi ini dapat terus diperkuat pada tahun ini dan di masa mendatang,” pungkasnya.

Konsolnas memiliki sejumlah tujuan utama, antara lain 1) membangun sinergi antarpemangku kepentingan pendidikan dalam mencapai target pembangunan pendidikan tahun 2026; 2) menjaring berbagai isu pendidikan yang terjadi di daerah sekaligus merumuskan solusi bersama; 3) berbagi praktik baik pengelolaan dan pelaksanaan program pendidikan; 4) membangun kesepemahaman dan kolaborasi terkait implementasi kebijakan pembangunan pendidikan; dan 5) meningkatkan kerja sama antara seluruh pemangku kebijakan bidang pendidikan.

Berbagai isu strategis pendidikan menjadi fokus pembahasan dalam Konsolnas ini, meliputi 1) Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan untuk Semua; 2) Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan; 3) Program Digitalisasi Pembelajaran; 4) Evaluasi dan Tindak Lanjut Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA); 5) Evaluasi dan Pemutakhiran Data Pokok Pendidikan
(DAPODIK); 6) Penguatan Pendidikan Karakter dan Manajemen Talenta; 7) Tata Kelola Guru dan Tenaga Kependidikan; 8) Kedaulatan Bahasa Indonesia dan Revitalisasi Bahasa Daerah; dan 9) Pembelajaran Mendalam, Koding, Kecerdasan Artifisial, dan Bimbingan Konseling.

Kegiatan akan berlangsung pada 9 s.d. d11 Februari 2026 di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen, Depok. Rangkaian kegiatan mencakup pameran pendidikan, penyampaian kebijakan strategis oleh narasumber di tingkat nasional, sidang komisi yang membahas sembilan isu utama pendidikan, serta berbagi praktik baik pelaksanaan kebijakan pendidikan di berbagai daerah.

Melalui Konsolnas Dikdasmen 2026, Kemendikdasmen berkomitmen membangun keselarasan langkah dan penguatan kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan, sehingga kebijakan dan program pendidikan dasar dan menengah dapat diimplementasikan secara lebih efektif, kontekstual, dan berdampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di seluruh wilayah Indonesia

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!