30 C
Jakarta

Green Ramadhan 1447 H, Muhammadiyah Luncurkan GreenMu.App dan Gerakan Ekologis Nasional

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM — Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah kembali menggelar agenda tahunan Green Ramadhan 1447 H sebagai bagian dari konsolidasi gerakan ekologi berbasis nilai keislaman. Tahun ini, rangkaian kegiatan dirancang lebih komprehensif dengan mengintegrasikan penguatan teologis, perumusan desain program, serta peluncuran inisiatif strategis yang melibatkan kolaborasi multipihak.

 

Kegiatan diawali dengan Tadarus Green Ramadhan dalam format webinar nasional. Webinar Green Hajj mengangkat isu transformasi penyelenggaraan ibadah haji yang ramah lingkungan, termasuk pengelolaan sampah jamaah, efisiensi energi, serta pengurangan jejak karbon. Adapun Webinar Hutan Wakaf menyoroti penguatan skema wakaf produktif untuk rehabilitasi lahan kritis dan pengembangan kawasan hutan berbasis pemberdayaan umat.

 

Selain itu, MLH PP Muhammadiyah menyelenggarakan FGD Edu Forest sebagai forum perumusan model kawasan hutan edukatif yang terintegrasi dengan pendidikan, riset, dan pemberdayaan masyarakat. Forum ini diharapkan melahirkan kerangka operasional Edu Forest yang dapat direplikasi di berbagai daerah melalui jejaring persyarikatan.

 

Pada puncak acara, dilaksanakan launching sejumlah program unggulan, yakni Program Pengelolaan Sampah, Program Edu Forest, Program Muhammadiyah Green Movement, serta peluncuran platform digital GreenMu.App. Program Pengelolaan Sampah melalui literasi dan edukasi yang actionable. Program ini dirancang dengan pendekatan sistemik dari hulu ke hilir, mencakup pemilahan di sumber, penguatan bank sampah, hingga integrasi teknologi untuk monitoring dan pelaporan. Sementara Program Edu Forest diarahkan sebagai laboratorium pembelajaran ekologis berbasis kawasan yang mendukung transformasi pendidikan berkelanjutan.

 

Muhammadiyah Green Movement diposisikan sebagai gerakan kolektif untuk mengonsolidasikan aksi-aksi lingkungan di seluruh struktur organisasi, mulai dari tingkat wilayah hingga ranting. Sedangkan GreenMu.App menjadi instrumen digital untuk mendukung kampanye, pencatatan aksi hijau, pengelolaan data, serta integrasi program secara nasional.

 

Dalam implementasinya, program-program tersebut direncanakan menggandeng sejumlah kolaborator strategis, antara lain Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, BPKH, LAZISMU Pusat, Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup, Lestari Project, Plasticpay, serta dukungan sektor swasta seperti PT XYZ. Sinergi ini juga melibatkan seluruh jajaran pengurus MLH dari tingkat wilayah hingga ranting sebagai basis gerakan akar rumput.

 

Sekretaris Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, Djihadul Mubarok, menegaskan bahwa Green Ramadhan merupakan manifestasi kesalehan ekologis yang harus diwujudkan secara struktural dan berkelanjutan. “Ramadhan adalah momentum strategis untuk membangun kesadaran kolektif. Menjaga lingkungan bukan sekadar isu teknis, tetapi bagian dari tanggung jawab keimanan. Karena itu, gerakan ini kami desain berbasis kolaborasi, tata kelola modern, dan dukungan kebijakan,” ujarnya.

 

Menurut Djihad, keterlibatan kementerian, lembaga pendanaan lingkungan, filantropi, dan sektor swasta menjadi fondasi penting agar program tidak berhenti pada simbolik. “Kami ingin memastikan setiap inisiatif memiliki dampak terukur, dapat direplikasi, dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” katanya.

 

Integrasi antara pemikiran, kebijakan, dan teknologi menjadi ciri utama Green Ramadhan 1447 H. “Webinar Green Hajj dan Hutan Wakaf memperkuat landasan teologis, FGD Edu Forest menyusun desain implementatif, dan launching program menjadi langkah operasionalnya. Semua terhubung dalam satu ekosistem gerakan,” ungkap Djihadul Mubarok.

 

Ia juga menekankan peran GreenMu.App sebagai instrumen transformasi digital gerakan lingkungan. “Platform ini akan membantu memastikan setiap aksi tercatat, terukur, dan dapat dievaluasi. Dengan dukungan jejaring nasional Muhammadiyah serta kolaborator strategis, kami optimistis Green Ramadhan menjadi titik tolak penguatan peradaban hijau yang inklusif dan berkeadilan,” tuturnya.

 

Melalui Green Ramadhan 1447 H, MLH PP Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan Islam sebagai solusi atas krisis ekologis kontemporer, sekaligus memperkuat sinergi antara nilai-nilai keagamaan, kebijakan publik, dan inovasi teknologi dalam membangun masa depan yang berkelanjutan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!