30 C
Jakarta

Guru Sejahtera Kunci Mutu Sekolah Muhammadiyah

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Ketua Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta, Dr. Moh. Ali, menegaskan pentingnya sinergi dan peningkatan kesejahteraan guru dalam pengembangan sekolah Muhammadiyah. Hal itu disampaikan dalam sambutan acara halalbihalal Perguruan Muhammadiyah Kota Surakarta, Sabtu (28/3/2026), di kompleks SMP Muhammadiyah PK Boarding School (PKBS).

Kegiatan yang dihadiri sekitar 1.100 guru dan karyawan dari berbagai jenjang pendidikan—mulai TK hingga SMK—ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antar lini pendidikan Muhammadiyah. Dalam pembukaan, panitia menekankan pentingnya kebersamaan untuk mendorong kemajuan lembaga pendidikan.

Dalam sambutannya, Moh. Ali mengajak seluruh pendidik menjadikan momen Syawal sebagai refleksi untuk meningkatkan kualitas layanan kepada peserta didik dan pemangku kepentingan. Nilai-nilai Ramadan, menurutnya, harus menjadi energi baru dalam membangun budaya kerja yang lebih baik.

Ia menekankan penerapan konsep learning society di lingkungan sekolah Muhammadiyah. Konsep ini diwujudkan melalui tiga indikator utama, yakni peningkatan efisiensi, efektivitas, dan produktivitas lembaga dari waktu ke waktu. “Sekolah harus terus belajar sebagai organisasi agar mampu berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya kesejahteraan guru dan karyawan sebagai kunci peningkatan mutu layanan pendidikan. Menurutnya, kesejahteraan yang baik akan berdampak langsung pada kualitas pengajaran dan pelayanan kepada siswa.

Untuk mendukung hal tersebut, Majelis Pendidikan PDM Kota Surakarta menerapkan dua langkah strategis. Pertama, perbaikan tata kelola manajemen sekolah melalui kewajiban evaluasi dan presentasi kinerja tahunan oleh pimpinan sekolah. Kedua, penguatan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel, dengan melibatkan guru dan karyawan dalam pengawasan.

Moh. Ali juga menyoroti pentingnya keadilan dalam distribusi gaji. Ia menegaskan bahwa kenaikan gaji pimpinan harus selaras dengan peningkatan kesejahteraan guru agar tercipta keseimbangan.

Dalam kesempatan itu, ia turut menyampaikan kabar positif terkait perbaikan sistem ekonomi di lingkungan Muhammadiyah. Koperasi Barokah yang sebelumnya mengalami kendala kini mulai menunjukkan keuntungan. Selain itu, program dana pensiun diperluas untuk mencakup guru di sekolah cabang dan ranting, dengan sistem investasi yang produktif dan berkelanjutan.

“Ke depan, Majelis Pendidikan juga akan mengembangkan usaha produktif agar tidak sepenuhnya bergantung pada iuran sekolah,” tambahnya.

Ia berharap seluruh upaya tersebut dapat memperkuat kemandirian lembaga serta meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik di lingkungan Muhammadiyah.

Acara halalbihalal ini pun menjadi ajang konsolidasi penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun pendidikan Muhammadiyah yang unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!