JAKARTA, MENARA62.COM — Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menggelar Halal Bihalal 1447 Hijriah sebagai momentum mempererat ukhuwah sekaligus menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak usia dini. Kegiatan ini mengusung tema “Meneguhkan Ukhuwah dan Menumbuhkan Kecintaan Lingkungan melalui Pendidikan Anak Usia Dini.”
Acara tersebut dihadiri jajaran Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah, organisasi otonom tingkat pusat, pimpinan perguruan tinggi, pimpinan amal usaha rumah sakit Muhammadiyah–‘Aisyiyah wilayah Jabodetabek dan Banten, perwakilan kementerian dan lembaga negara, anggota DPR RI, serta berbagai organisasi perempuan dan kemasyarakatan.
Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Prof. Masyitoh Chusnan, mengajak seluruh hadirin menjadikan Halal Bihalal sebagai sarana memperkuat ketakwaan dan mempererat silaturahmi. Ia menekankan pentingnya saling memaafkan sebagai fondasi membangun ukhuwah yang kokoh.
“Melalui saling memaafkan, kita kembali kepada fitrah dan memperbaiki hubungan, baik kepada Allah maupun sesama manusia,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, M. Izzul Muslimin, menilai ‘Aisyiyah memiliki peran strategis dalam memperkuat gerakan dakwah Muhammadiyah. Kontribusi perempuan melalui organisasi tersebut dinilai menjadi kekuatan penting dalam membangun peradaban.
Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Dr. Salmah Orbayinah, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencetak generasi unggul. Menurutnya, sinergi yang kuat akan melahirkan generasi berakhlak, berilmu, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
“Kolaborasi menjadi kunci dalam membangun generasi berkualitas yang siap menghadapi tantangan masa depan,” tegasnya.
Dukungan Tokoh dan Mitra Strategis
Dukungan terhadap gerakan ini juga datang dari berbagai tokoh nasional. Ketua Fraksi PAN DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi XII, Putri Zulkifli Hasan, menilai tema Halal Bihalal sangat relevan dengan isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah rumah tangga.
Ia menyebut ‘Aisyiyah berpotensi menjadi motor penggerak gaya hidup ramah lingkungan, dimulai dari lingkup keluarga. Apresiasi juga diberikan atas inisiatif penggunaan tumbler sebagai upaya mengurangi sampah plastik sekali pakai.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Nunuk Suryani, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Selain penguatan kompetensi guru, pemerintah juga mendorong pembentukan karakter melalui program Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat guna menanamkan nilai akhlakul karimah serta mencegah perundungan di lingkungan pendidikan.
Apresiasi serupa disampaikan Dr. Levy Olivia Nur yang berharap sinergi dengan ‘Aisyiyah dapat terus diperkuat, terutama dalam kegiatan sosial dan lingkungan.
Pendidikan Lingkungan Sejak Dini
Dalam tausiyahnya, Prof. Maila Dinia Husni Rahim menekankan pentingnya pendidikan lingkungan sejak usia dini. Ia menyebut pembiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari menjadi langkah awal membentuk karakter anak yang peduli lingkungan.
“Mulai dari membawa tumbler, mengurangi plastik sekali pakai, hingga mengenalkan perilaku ramah lingkungan kepada anak-anak, semua itu adalah fondasi perubahan besar,” jelasnya.
Menurutnya, perubahan tidak harus dimulai dari hal besar, melainkan dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten sejak dini.
Seluruh rangkaian kegiatan Halal Bihalal ini juga menerapkan prinsip ramah lingkungan, salah satunya dengan mendorong peserta menggunakan tumbler pribadi.
Melalui kegiatan ini, Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antar berbagai pihak dalam mendorong gerakan perempuan berkemajuan yang berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan kelestarian lingkungan. (*)
