BOYOLALI, MENARA62.COM — Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai acara Halal Bihalal Trah Martorejo dan Kastorejo yang digelar di kediaman Bapak RT Zusro, Ngemplak RT 03/04, Tawangsari, Teras, Boyolali. Kegiatan ini semakin istimewa dengan hadirnya pagelaran wayang golek pitutur yang sarat pesan moral dan nilai kehidupan.
Pagelaran tersebut menghadirkan dalang sekaligus narasumber, Ki Bagus Hadi Pujiono, yang membawakan lakon “Tirto Panguripan Sejati”. Dalam pementasannya, ia mengajak masyarakat memahami hakikat kehidupan sejati yang berlandaskan keimanan, keikhlasan, serta pentingnya menjaga silaturahmi setelah bulan Ramadan.
“Halal bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi momentum membersihkan hati, mempererat persaudaraan, dan kembali pada fitrah sebagai manusia yang saling memaafkan,” ujarnya di sela pementasan.
Ia menjelaskan, “tirto panguripan” atau sumber kehidupan sejati dapat diraih melalui kedekatan dengan Al-Qur’an, restu orang tua, serta kerukunan antarsaudara. Menurutnya, warisan paling berharga dari orang tua bukanlah harta, melainkan anak-anak yang saleh dan mampu menjaga persatuan keluarga.
“Apalah arti harta jika tidak rukun, dan apa makna jabatan tinggi jika tidak harmonis. Saatnya membangun silaturahmi dan menyempatkan halal bihalal,” tegasnya.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya Sekretaris Desa, Rendy Widodo, serta para bayan dan tokoh setempat seperti Sumanto, Dwiyanto (Pj), Rubadi Prayitno, Jumari, dan Wiyono. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus penguatan nilai religius di tengah masyarakat.
Tuan rumah sekaligus penyelenggara, keluarga besar Mbah Martorejo dan Kastorejo yang diwakili Bapak RT Zusro, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara. Mereka berharap kegiatan ini dapat terus menjadi wadah mempererat silaturahmi lintas generasi.
Dengan balutan seni tradisi wayang golek pitutur, Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga media dakwah kultural yang menginspirasi masyarakat untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna. (*)
