DENPASAR, MENARA62.COM – Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Bali (ITBM–BIM Bali) menggelar kegiatan Halal Bihalal 1447 Hijriah dalam suasana hangat pasca-Idulfitri. Kegiatan ini melibatkan pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa sebagai upaya mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan di lingkungan kampus.
Halal Bihalal tidak hanya menjadi tradisi saling memaafkan, tetapi juga dimaknai sebagai momentum refleksi bagi sivitas akademika untuk meneguhkan komitmen terhadap nilai toleransi, keikhlasan dalam bekerja, serta pengabdian kepada masyarakat. Tahun ini, kegiatan mengusung semangat membangun solidaritas dan kohesi sosial melalui kinerja yang profesional, tuntas, dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Rektor ITBM–BIM Bali, Harun Joko Prayitno, menegaskan bahwa profesionalisme harus berjalan seiring dengan nilai keikhlasan sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas akademik dan sosial. Ia juga mengajak seluruh elemen kampus untuk memperkuat solidaritas internal serta menjalin komunikasi harmonis dengan masyarakat luas, tanpa mengesampingkan kearifan budaya lokal Bali.
Penguatan nilai tersebut turut didukung oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bali yang menekankan pentingnya menjadikan toleransi sebagai fondasi utama dalam pengembangan institusi. Keberagaman di lingkungan kampus, menurutnya, harus dikelola sebagai kekuatan dalam membangun kemajuan bersama.
Rangkaian acara juga diisi dengan tausiyah yang menekankan pentingnya menjaga silaturahmi serta menanamkan niat ibadah dalam setiap aktivitas kerja. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keikhlasan akan menghadirkan keberkahan dalam setiap tugas yang dijalankan.
Momentum ini turut dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas dan daya saing. Transformasi ITBM–BIM Bali menuju Universitas Bali Internasional Muhammadiyah menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan global di bidang pendidikan tinggi.
Pada kesempatan tersebut, diperkenalkan pula jargon “BIM–Us” yang mencerminkan semangat inklusivitas kampus. Konsep ini menegaskan bahwa institusi terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun golongan.
Kegiatan ditutup dengan sesi ramah tamah dan saling bermaafan yang berlangsung penuh keakraban. Interaksi yang terjalin mencerminkan kuatnya rasa kebersamaan di antara sivitas akademika.
Lebih dari sekadar tradisi, Halal Bihalal ini menjadi representasi komitmen kampus dalam merawat harmoni di tengah keberagaman. Nilai kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu memperkuat solidaritas kolektif secara berkelanjutan, sekaligus menciptakan suasana akademik yang produktif, harmonis, dan berorientasi pada kemajuan institusi di masa depan. (*)


