SOLO, MENARA62.COM – Pondok Hajjah Nuriyah Shabran https://pondokshabran.ums.ac.id/ Universitas Muhammadiyah Surakarta https://www.ums.ac.id/ ( UMS) sukses menyelenggarakan kegiatan halal bihalal pada Sabtu (11/4) di Masjid Al Munajat Komplek Pondok Shabran Timur. Kegiatan ini berlangsung hangat dengan melibatkan masyarakat sekitar pondok.
Kepala Pondok Shobron UMS, Yayuli, S.Ag., M.P.I., https://www.ums.ac.id/profile/yayuli menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan halal bihalal pertama Pondok Shabran UMS dengan mengundang warga sekitar sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antara pondok dan masyarakat.
“Acara ini merupakan halal bihalal pertama Pondok Shabran yang mengundang warga sekitar. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi penyambung antara pondok dengan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor III UMS Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., https://www.ums.ac.id/profile/mutohharun-jinan yang juga merupakan alumni Pondok Shabran UMS, menyampaikan bahwa tradisi halal bihalal telah menjadi bagian dari budaya di lingkungan UMS sebagai sarana memperkuat silaturahmi.
“Budaya halal bihalal itu sudah ditradisikan oleh pimpinan di semua level, baik di rektorat, fakultas maupun di setiap prodi,” ungkapnya.
Memasuki sesi tausiyah, Drs. H. Muhammad Widodo, M.Pd., menekankan pentingnya kembali kepada fitrah, dan selalu mensyukuri kondisi yang dimiliki. “Kita ini manusia pilihan, maka kembalilah ke fitrah dengan mensyukuri kondisi kita saat ini,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri sehingga penting untuk bersosialisasi dengan masyarakat.
“Sepintar apapun manusia, tidak bisa hidup sendiri. Maka kita harus dekat dengan masyarakat,” lanjutnya.
Selain itu, ia mengingatkan agar tidak mudah berprasangka buruk serta menghindari sikap merasa lebih baik dari orang lain.
“Jangan suka menggoreng berita, hindari berpikir negatif dan jangan merasa lebih baik dari orang lain,” tegasnya.
Di akhir tausiyah, ia mengajak seluruh peserta untuk membudayakan semangat berlomba-lomba dalam kebaikan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
“Apa yang perlu kita budayakan adalah berlomba-lomba dalam menyediakan kebaikan bagi orang lain,” pungkasnya. (*)
