BOYOLALI, MENARA62.COM — Warga Sidorejo, oro-oro ombo, Desa Gumukrejo, menggelar Halal Bihalal dengan konsep unik melalui pertunjukan Wayang Golek Pitutur, Rabu (25/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di depan Jalan MIM Gumukrejo ini diikuti warga RT 4, 5, dan 6 di bawah RW 2 dengan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.
Acara yang diinisiasi oleh muda-mudi Sinoman Sidorukun tersebut menghadirkan perpaduan antara seni budaya dan dakwah Islam. Melalui Wayang Golek Pitutur, pesan-pesan keagamaan disampaikan dengan pendekatan yang lebih membumi dan mudah diterima masyarakat.
Tausiyah disampaikan oleh Pujiono yang mengajak warga untuk terus menjaga nilai-nilai Ramadan, seperti mempererat silaturahmi, saling memaafkan, serta meningkatkan keimanan.
“Halal bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi momentum untuk memperbaiki hati dan mempererat ukhuwah,” ujarnya di hadapan warga.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, antara lain Ketua RT 4 Taryono, Ketua RT 5 Suparji, Ketua RT 6 Iswanto, serta Ketua RW 2 Sutarjo bersama Sri Utari. Selain itu, hadir pula tokoh masyarakat lainnya seperti Endang Supriyati, Rini Pujihastuti, Yuli Setyowati, hingga Hj. Sunarti dan H. M. Suparno.
Kepala Desa Gumukrejo, Suyoto, turut hadir dan memberikan apresiasi atas kekompakan warga dalam menyelenggarakan kegiatan yang sarat nilai kebersamaan dan kearifan lokal tersebut.
Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya memperkuat silaturahmi, tetapi juga menjadi media pelestarian budaya sekaligus sarana dakwah yang efektif di tengah masyarakat.
Dengan balutan seni tradisional, Halal Bihalal ini berlangsung lancar dan khidmat. Warga pun mengaku terkesan dengan konsep acara yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai spiritual yang mendalam.
Kegiatan ini menjadi contoh bagaimana tradisi lokal dapat dikemas secara kreatif untuk memperkuat persatuan sekaligus menyampaikan pesan keagamaan di tengah kehidupan masyarakat. (*)
