SOLO, MENARA62.COM – Halalbihalal Keluarga Besar Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Komisariat II Surakarta digelar di Hotel Sunan Surakarta, Kamis (9/4). Acara dihadiri oleh pimpinan dari 35 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di wilayah Soloraya dan menjadi ajang silaturahmi, berbagi pengalaman, serta memperkuat kerja sama antar-institusi pendidikan tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Ketua APTISI Komisariat II Surakarta, Dr. Singgih Purnomo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas partisipasi peserta. Ia menekankan bahwa kegiatan ini selain sebagai momentum halal bihalal, juga menjadi forum strategis untuk membahas pengembangan kualitas PTS serta eskalasi jenjang karier dosen.
“Silaturahmi ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk berbagi praktik terbaik, memperkuat kolaborasi, dan menyiapkan langkah strategis bagi kemajuan pendidikan tinggi swasta di Soloraya,” kata Singgih.
Dalam kesempatan yang sama, dilaporkan bahwa delegasi APTISI Jawa Tengah yang berjumlah 22 peserta telah sukses melakukan kunjungan kerja dan penandatanganan MoU dengan sejumlah institusi pendidikan di Filipina dan Taiwan. Langkah ini bertujuan untuk memperluas jejaring internasional dan membuka peluang kerja sama akademik lintas negara.
Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, S.S., S.E., M.B.A., yang mendorong peningkatan kerja sama antara PTS dengan pemerintah daerah. Kolaborasi ini difokuskan pada penelitian bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), khususnya pada kajian tata kelola kota, kesehatan, serta pengembangan teknologi dan inovasi. Astrid menekankan pentingnya akselerasi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program “Rumah Siap Kerja” guna menjawab kebutuhan dunia industri.
Selain itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI, Prof. Aisyah Endah Palupi, memaparkan poin-poin penting dari Permen No. 52 Tahun 2025, yang menekankan penyederhanaan birokrasi karier dosen, peningkatan standar penjaminan mutu yang lebih komprehensif, serta fleksibilitas Beban Kinerja Dosen (BKD) untuk mendukung otonomi riset.
Dalam tausiyahnya, Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta https://ums.ac.id/ (UMS), Prof. Harun Joko Prayitno, M.Hum., https://www.ums.ac.id/profile/harun-joko-prayitno mengajak seluruh pimpinan PTS menanamkan tiga pilar utama dalam bekerja, yaitu ikhlas, profesional, dan tuntas. Menurutnya, keikhlasan menjadi fondasi spiritual yang mendatangkan keberkahan, yang harus dibarengi profesionalisme tinggi dan penyelesaian tugas secara tuntas demi hasil maksimal.
Harun juga menekankan bahwa untuk bersaing sejajar dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), PTS harus terus meningkatkan kualitas dan standar pelayanan. “Infrastruktur pendidikan sebaik apa pun tidak akan berarti tanpa kualitas pendidik yang mumpuni. Dosen adalah lokomotif pendidikan tinggi yang menggerakkan kemajuan institusi dan mahasiswa,” tuturnya.
Acara Halalbihalal APTISI Komisariat II Surakarta ini berhasil menjadi wadah strategis bagi pimpinan PTS untuk bertukar informasi, memperkuat jaringan, serta menegaskan komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Soloraya. (*)
