27.3 C
Jakarta

Hijau Bukan Sekadar Warna

Menantikan Deklarasi Partai Gema Bangsa

Baca Juga:

Jika Anda melihat baliho-baliho politik di pinggir jalan, warna hijau seringkali hadir sebagai penghias. Ia digunakan untuk memberi kesan “adem”, ramah, atau peduli. Namun, bagi Partai Gema Bangsa, Hijau bukan sekadar warna. Ia bukan sekadar label “ramah lingkungan” yang ditempelkan pada kebijakan yang sebenarnya masih merusak.

Hijau adalah tentang kedaulatan nyawa.

Seringkali kita mendengar para pemimpin bicara tentang pembangunan besar-besaran, tentang mengekstraksi kekayaan alam demi angka pertumbuhan ekonomi. Namun, mereka lupa satu hal sederhana: Kita tidak bisa memakan uang jika tanah kita sudah beracun, dan kita tidak bisa menghirup angka pertumbuhan jika udara kita penuh polusi.

Kita harus berhenti memperlakukan alam sebagai warisan nenek moyang yang bisa kita habiskan sekarang juga. Alam adalah pinjaman dari anak-anak kita. Setiap sungai yang kita biarkan tercemar, setiap hutan yang kita izinkan ditebang demi ambisi jangka pendek, adalah pencurian terhadap masa depan generasi yang bahkan belum lahir.

Gerakan Hijau Gema Bangsa lahir dari kenyataan di lapangan. Ia lahir dari keresahan seorang petani yang mendapati tanahnya kian tandus karena ketergantungan pada pestisida kimia. Ia lahir dari masyarakat pesisir yang melihat lautnya tak lagi memberi ikan, tapi hanya memberi sampah plastik dan limbah. Bagi kami, keberpihakan pada lingkungan adalah keberpihakan pada keberlangsungan hidup manusia itu sendiri.

Inilah sebabnya mengapa Desentralisasi dan Lingkungan tidak bisa dipisahkan.

Siapa yang lebih peduli pada kelestarian hutan di lereng gunung? Orang-orang di kantor pusat yang melihat hutan sebagai “wilayah konsesi” di atas kertas, atau warga desa di kaki gunung yang menggantungkan hidup dan air minum mereka dari sana?

Gema Bangsa ingin mengembalikan hak kelola alam kepada komunitas lokal. Kami percaya bahwa kearifan lokal dalam menjaga alam jauh lebih efektif daripada aturan kaku yang dibuat dari jauh. Kami ingin desa-desa kita menjadi desa mandiri energi yang memanfaatkan matahari dan air tanpa merusaknya. Kami ingin kedaulatan pangan dimulai dari benih-benih lokal yang sehat, bukan benih impor yang memaksa petani menjadi budak korporasi.

Politik hijau kami adalah politik yang memastikan bahwa saat Anda membuka keran air di rumah, air itu bersih. Bahwa saat anak Anda bermain di luar, udara yang mereka hirup tidak akan merusak paru-paru mereka.

Hari ini, kita memilih untuk tidak tertipu oleh janji-janji “hijau” yang hanya di permukaan. Kita memilih untuk berjuang demi tanah, air, dan udara yang akan tetap menghidupi anak cucu kita, jauh setelah jabatan-jabatan politik ini berakhir.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!